Senin, 13 Agustus 2018

Kunjungan Turis Asing via Bandara Juanda Meningkat 11,91%

JAKARTA – Kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sepanjang bulan Juni 2018 kemarin mencapai 1,32 juta orang, naik 6,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 15,21 persen secara year on year. Didominasi melalui jalur udara sebesar 62 persen, kunjungan turis asing melalui Bandara Juanda di bulan keenam tercatat sebanyak 27 ribu atau naik 11,91 persen dari bulan sebelumnya dan naik 39,02 persen secara tahunan.



“Kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara paling banyak via Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yaitu sebesar 540.000 wisman, naik 2,69 persen secara bulanan dan meningkat 6,82 persen secara tahunan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto. “Sementara, melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 183 ribu wisman, atau turun 4,56 persen secara bulanan dan turun 4,7 persen secara tahunan. Disusul Bandara Juanda sebesar 27 ribu wisman, naik 11,91 persen dari bulan sebelumnya dan naik 39,02 persen secara tahunan.”

Ia melanjutkan, secara total, wisatawan asing ang paling banyak berkunjung ke Tanah Air adalah dari Malaysia sebanyak 222.192 orang, disusul China sebanyak 185.100 kunjungan, kemudian Singapura sebanyak 144.900 kunjungan, lalu Timor Leste sebanyak 132.900 kunjungan, dan Australia sebanyak 115.600 kunjungan. “Ada sedikit pergeseran dari wisman menurut kebangsaan. Wisman paling banyak di bulan Juni dari Malaysia, menggeser posisi China,” sambung Suhariyanto.

Secara periode Januari hingga Juni 2018, kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai angka 7,53 juta turis atau naik 13,08 persen secara year on year. Pada periode tersebut, menutur kawasannya, wisman yang paling banyak ke Indonesia berasal dari Asia selain ASEAN, yakni sebesar wisman, atau meningkat 12,88 persen year on year.

“Ke depan, kita perlu banyak upaya agar wisatawan asing yang datang ke Tanah Air lebih besar,” tambah Suhariyanto. “Yang lebih penting, punya dampak ke seluruh lapisan masyarakat untuk menggerakkan ekonomi. Karena, ke depan, pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri.”