Sabtu, 11 Agustus 2018

Juanda Jadi Bandara AP I yang Paling Banyak Berangkatkan Jemaah Haji

Jakarta – Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2018, PT Angkasa Pura (AP) I telah mempersiapkan 6 bandar udara yang dimanfaatkan sebagai embarkasi atau keberangkatan haji, antara lain Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Dari keenam bandara tersebut, Bandara Internasional Juanda Surabaya dilaporkan sebagai bandara yang terbanyak memberangkatkan jemaah dengan total 4.958 melalui 11 kloter. Selanjutnya ada Bandara Adi Soemarmo Surakarta dengan jumlah 4.653 jamaah yang terbagi dalam 13 kloter.

Kemudian Bandara Sultan Hasanuddin Makassar berhasil menerbangkan sekitar 2.270 calon jemaah haji (CJH) dalam 5 kloter keberangkatan selama pelaksanaan angkutan haji kali ini. Disusul dengan Bandara Internasional Lombok Praya dengan jumlah 909 calon jemaah haji dalam 2 kloter keberangkatan, dan yang terakhir Bandara Syamsudin Noor yang memberangkatkan 328 calon haji dalam 1 kloter keberangkatan.

“Tahun ini, kuota haji nasional yaitu sebanyak 221 ribu orang dengan rincian 204 ribu kuota haji reguler dan 17 ribu haji khusus yang dibagi ke dalam dua gelombang keberangkatan yaitu Gelombang I pada 17 - 29 Juli 2018 dan Gelombang II pada 30 Juli - 15 Agustus 2018. Kami akan terus berkoordinasi dengan stakeholders terkait serta menjaga kualitas pelayanan dan operasional kami demi mendukung kelancaran calon jemaah haji menuju Tanah Suci,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I, Faik Fahmi, seperti dilansir JPNN.

Bandara Juanda sendiri selaku salah satu tempat keberangkatan haji tahun ini menyediakan berbagai fasilitas untuk mengakomodir kebutuhan para jemaah haji. Misalnya saja operasional yang dibuka selama 24 jam penuh, kemudian disediakannya beberapa fasilitas tambahan seperti toilet dan musala portabel untuk mempermudah calon jemaah haji yang hendak melakukan ibadah salat di sisi timur are lokasi bus sebelum jemaah naik pesawat.

Tak cukup sampai di situ, pemeriksaan keamanan dan barang bawaan CJH pun kini sudah dilakukan sejak di Asrama Haji Sukolilo. “Kami menempatkan petugas dan alat-alat pemeriksaan keamanan di Asrama Haji Sukolilo sebanyak dua mesin X-ray dan metal detector sehingga saat jamaah memasuki bandara sudah steril karena telah melewati pemeriksaan,” kata General Manager Bandara Internasional Juanda Surabaya, Heru Prasetyo.