Jumat, 03 Agustus 2018

Jatim Ekspor Kambing ke Malaysia Lewat Bandara Juanda untuk Idul Adha

Sidoarjo – Perayaan Idul Adha sudah semakin dekat. Menjelang Hari Raya Kurban ini Provinsi Jawa Timur pun mengekspor 1.093 ekor kambing ke Malaysia melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, Rabu (1/8) sore lalu. Ekspor domba ke Kamran Group Malaysia ini adalah yang kedua setelah pertama dilakukan lewat jalur laut.

Menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Surabaya M Musyaffak Fauzi, ekspor kambing tersebut dilakukan untuk memenuhi kuota 60.000 ekor kambing permintaan Malaysia dari Indonesia untuk tahun 2018. Kambing-kambing yang nilainya mencapai Rp 2,5 miliar tersebut berasal dari peternak di berbagai kabupaten atau kota di Jatim seperti Jember, Kediri, dan Blitar.

“Kita ada amanat dari bapak menteri bahwa dalam tahun 2018, kita berusaha mengekspor domba dari Jawa Timur sebanyak 60.000 ekor dalam 2018 ini. Namun ini baru 1.093 ekor. Tapi ini akan kita penuhi dalam bulan-bulan berikutnya,” jelas Musyaffak.

Kambing-kambing tersebut dikirim memakai pesawat MAS Kargo dan dimasukkan dalam kandang yang terbuat dari kayu palet. Ekspor domba ini dilakukan dalam rangka mendorong angka ekspor domba dari peternakan di Jatim ke pasar luar negeri. “Ini sangat luar biasa, karena pertama kali kita ekspor ke Malaysia secara legal dan resmi, secara baik,” ujar Musyaffak.

Kambing-kambing yang dikirim ke Malaysia itu kabarnya telah melalui sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari kesehatan domba, usia domba, dan sebagainya. “Orang Malaysia mengakui daging domba sini itu dagingnya enak,” sambungnya.

Kata Musyaffak, pihaknya pun telah bertemu dengan importir dari Malaysia. Bahkan kabarnya importir tersebut akan mengkoneksikan Jatim dengan Timur Tengah lantaran di sana juga memiliki kebutuhan pasar yang tinggi. “Jadi sangat luar biasa kebutuhan pasarnya. Malaysia sebenarnya kebutuhannya lebih dari 60.000 ekor kambing per tahun, tapi kita masih coba dulu hanya 60.000 ekor dalam tahun 2018,” jelas Musyaffak.

Dalam rangka mempercepat pengiriman kambing ke Malaysia, pemerintah pun sengaja memberikan kemudahan dengan memakai jasa penerbangan sesuai permintaan importir dari Malaysia. Walaupun permintaan daging kambing dari Malaysia cukup tinggi, hal ini dianggap tak akan mempengaruhi stok atau pasokan kambing di Indonesia untuk permintaan dalam negeri menjelang Hari Raya Idul Adha.