Sabtu, 25 Agustus 2018

Harga Tiket Pesawat dari Banjarmasin ke Surabaya Melonjak Drastis Hingga 100%

Banjarmasin – Hingga akhir bulan Agustus 2018, harga tiket pesawat dari Kota Banjarmasin ke sejumlah destinasi terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan tertinggi ada pada tiket pesawat tujuan penerbangan Bandara Internasional Juanda Surabaya yang terpantau melonjak lebih dari 100% sampai hari Senin (27/8).

Jika biasanya rata-rata harga normal tiket pesawat dari Banjarmasin ke Surabaya hanya Rp 400 ribu, maka saat ini bisa naik sampai kisaran Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. Menurut petugas reservasi dan ticketing PT Samudera Gemilang Angkasa Tour & Travel, Imah, kenaikan harga tiket pesawat tersebut diakibatkan tingginya permintaan tiket menjelang berlangsungnya acara Haul Akbar Habib Abu Bakar.

Acara haul akbar yang diselenggarakan di Gresik, Jawa Timur ini menurut Imah cukup menyedot minat masyarakat asal Kalimantan Selatan untuk bepergian ke sana. Bahkan kabarnya penjualan tiket pesawat tujuan Surabaya di PT Samudera Gemilang Angkasa Tour & Travel pun telah mengalami peningkatan hingga 50%.

Lebih lanjut Imah menjelaskan harga tiket pesawat Lion Air ke Surabaya dibanderol Rp 715 ribu pada Minggu (26/8) dan Rp 825 ribu untuk jadwal keberangkatan Senin (27/8). Sementara itu untuk tiket pesawat Citilink ke Surabaya masing-masing dipatok Rp 1 juta dan Rp 935 ribu pada tanggal yang sama. “Cukup ramai untuk penerbangan ke Surabaya terkait event ini, paling tidak sudah 200 lebih pemesanan tiket untuk keberangkatan di dua tanggal ini,” bebernya.

Melonjaknya permintaan tiket ke Surabaya ini juga banyak yang dilakukan untuk keperluan rombongan yang berangkat dengan penumpang lebih dari 10 orang. Hal serupa juga dialami oleh agen perjalanan PT Lintas Barito Express. Menurut petugas ticketing PT Lintas Barito Express, Ziah, harga tiket pesawat ke Surabaya kali ini justru lebih tinggi daripada harga saat menjelang Hari Raya Idul Adha belum lama ini. “Bertepatan Idul Adha malah harganya tidak terlalu naik, permintaan juga normal-normal saja,” ucap Ziah.

Ditemui secara terpisah, Kepala BPS Kalsel Diah Utami menjelaskan bahwa harga tiket pesawat rupanya telah turut menyumbang deflasi untuk wilayah Kalsel. “Adapun komoditas yang menjadi andil terjadinya deflasi adalah pertama angkutan udara, lalu bawang merah, ikan gabus, ikan papuyu dan biskuit. Sedangkan komoditas yang menahan terjadinya deflasi tidak tinggi adalah daging ayam ras, telur ayam ras, pulsa ponsel, bensin dan ayam goreng,” jelasnya.

Bahkan salah satu pebisnis jasa tiket penerbangan di Banjarmasin, RB Damaris mengungkapkan harga tiket pesawat dari Surabaya ke Banjarmasin beberapa pekan lalu sempat dijual dari Rp 1,2-1,5 juta untuk Lion Air dan Citilink, sedangkan Garuda Indonesia membanderol tiket seharga Rp 2-2,5 juta.