Kamis, 30 Agustus 2018

3 Kloter Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Telah Tiba dengan Selamat di Bandara Juanda

Surabaya – Kelompok terbang (kloter) 1, 2, dan 3, jemaah haji debarkasi Surabaya asal Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi sejumlah 1.335 orang telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Kedatangan jemaah haji tersebut diawali dengan kloter 1 sebanyak 450 orang jemaah asal Kabupaten Situbondo lewat penerbangan SV 5110 pada Selasa (28/8) pukul 01.45 WIB, lalu diikuti dengan jemaah haji asal Bondowoso dan Banyuwangi.

Setelah tiba di Bandara Juanda, para jemaah haji ini langsung bertolak ke Asrama Haji Embarkasi Sukolilo (AHES) menggunakan 11 bus di setiap kloter. Sesampainya di Asrama Haji Sukolilo, jemaah haji tersebut menjalani cek kesehatan, verifikasi paspor, dan pemeriksaan barang bawaan. Prosedur tersebut memakan waktu sekitar 3-4 jam per kloter.

Menurut Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Syamsul Bahri, jumlah jemaah haji kloter 1 yang kembali ke Indonesia sesuai dengan jumlah ketika berangkat. Di samping itu tak ada jamaah yang sakit, sehingga semua diizinkan untuk langsung pulang. “Kloter Situbondo utuh. Berangkat 450 orang, pulang 450 orang,” kata Syamsul, Selasa (28/8), seperti dilansir JPNN.

“Sejauh ini masih belum ada temuan yang melanggar aturan, untuk air zamzam sudah kami jatah sesuai dengan ketentuan. Karena sebelum jamaah pulang, kami sudah mulai menerima air zamzam yang didatangkan langsung dari Arab Saudi,” sambung Syamsul.

Syamsul sekaligus menegaskan, apabila terdapat jemaah yang sakit atau terinfeksi virus, maka tak diizinkan untuk pulang, termasuk jemaah yang terdaftar dalam kategori berisiko tinggi atau dalam kondisi tubuh tidak sehat. “Kami sudah siapkan mobil ambulans, dari Juanda sudah kami persiapkan. Kalau memang ada masalah, langsung kami periksa lebih lanjut ke rumah sakit. Tapi mobil ambulans akan terus standby hingga kloter terakhir tiba di AHES,” bebernya.

Kesehatan para jemaah haji sepulang dari Tanah Suci pun akan terus dipantau hingga 21 hari ke depan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya. “Setelah ini, kami beri kartu kewaspadaan. Dalam jangka waktu 21 hari, dia akan memantau kondisi kesehatan para jamaah,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya M. Budi Hidayat.