Minggu, 22 Juli 2018

Pembangunan Runway Baru di Bandara Juanda Dianggap Mendesak

Surabaya – Bandara Internasional Juanda sebenarnya telah direncanakan untuk dikembangkan sejak 2 tahun lalu dan pembangunannya pun dimulai tahun 2020. Akan tetapi sampai sekarang masih belum jelas kapan pembangunan Bandara Juanda dimulai. Padahal Bandara Juanda hingga kini hanya mempunyai 1 runway (landasan pacu) meski aktivitas penerbangan di sana cukup sibuk.



Kepala Dishub Jatim Wahid Wahyudi mengatakan bahwa satu landasan pacu di Bandara Juanda tersebut digunakan untuk kepentingan penerbangan militer dan sipil, sehingga apabila jadwal penerbangan sipil sedang sibuk dan militer pun menggunakan, kerap terjadi hardway. “Jarak antara pesawat landing dan take off mencapai 1 menit 20 detik,” kata Wahid, Jumat (20/7), seperti dilansir Jawa Pos.

Menurut Wahid catatan waktu tersebut termasuk pendek, sehingga pesawat yang hendak lepas landas dan mendarat pun kadang masih harus berputar-putar terlebih dahulu menunggu urutan. “Kalau dilihat aturan internasional sudah mendesak dibangun. Termasuk terminal baru yang telah melebihi kapasitas dari 1,2 juta per tahun, pada 2017 kemarin jumlah penumpang mencapai 2,1 juta per tahun,” ujar Wahid.

PT Angkasa Pura (AP) I sendiri kabarnya telah merancang konsep pengembangan Bandara Juanda dan diserahkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk kemudian diajukan. Namun sampai saat ini masih belum ada jawaban dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kelanjutan pembangunan. Oleh sebab itu PT AP I masih belum bisa segera membangun Bandara Juanda.

“PT Angkasa Pura I sudah mendesain untuk mengembangkan Bandara Juanda. Yang sekarang sudah memiliki runway akan ditambah satu runway lagi. Bandara Juanda yang sudah memiliki dua gedung terminal akan ditambah satu gedung terminal dengan kapasitas sangat besar untuk menampung penumpang yang dilayani oleh dua runway,” jelas Wahid.

Sebelumnya Bandara Juanda juga dinilai perlu merealisasikan pembangunan Terminal 3 karena jumlah penumpang yang terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu Wahid mengharapkan supaya pihak Kemenhub segera merealisasikan pembangunan pengembangan Bandara Juanda agar dapat menampung lebih banyak penumpang.