Rabu, 11 Juli 2018

Pelaksanaan Haji 2018, Bandara Juanda Siapkan 4 Mesin X-Ray & Petugas Bersertifikat

Surabaya – Pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2018 ini PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda mempersiapkan alat dan petugas khusus untuk memaksimalkan pelayanan terhadap para calon jemaah haji. Menurut Yuristo Ardhi, Manager Humas PT AP I Cabang Juanda, terdapat 4 mesin x-ray yang disiapkan.

“Dua x-ray bagasi dan dua x-ray kabin sudah dipersiapkan,” kata Yuristo Ardhi, Selasa (10/7), seperti dilansir Tribunnews. Lebih lanjut Yuristo mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan ibadah haji seluruh peraturan penerbangan tetap diberlakukan. Oleh sebab itu pihaknya bukan hanya menyiapkan peralatan, tetapi juga petugas khusus bersertifikat internasional. “Hal ini untuk menjaga penerbangan berstandar internasional sesuai aturan penerbangan yang berlaku,” ujar Yuristo.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan bahwa hal yang perlu diperhatikan oleh calon jemaah haji ketika pelaksanaan ibadah adalah aturan terkait membawa cairan. Di samping itu, beberapa alat berupa pisau, gunting, dan peralatan lainnya yang terbuat dari metal juga dilarang untuk dibawa. “Hal ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penerbangan. Jangan sampai terjadi hal yang mengganggu penerbangan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk embarkasi Surabaya terdapat 83 kelompok terbang (kloter) calon jemaah haji (CJH) asal Jawa Timur yang akan diterbangkan. Para CJH tersebut dibagi dalam 2 gelombang penerbangan. Kloter pertama Jatim yang akan diterbangkan adalah kloter asal Situbondo. Para calon jemaah haji akan terbang dari Bandara Internasional Juanda pada Selasa (17/7) pukul 10.00 WIB.

Akan tetapi sebanyak 445 CJH dan petugas harus terlebih dahulu berada di Asrama Haji Sukolilo sehari sebelumnya. Kemudian Senin (16/7) para jemaah akan berangkat dari Pendopo Kabupaten Situbondo. Mereka dijadwalkan tiba dan masuk asrama haji hari Senin (16/7) pukul 10.00 pagi. “Kami imbau kepada semua jemaah terus menjaga kondisi kesehatannya. Istirahat yang cukup. Tak perlu jagongan sampai tengah malam karena ingin menghargai tamu,” tutur Kabid Haji dan Umrah Kemenag Jatim Faridul Ilmi, Selasa (10/7), seperti dilansir Tribunnews.

Sementara itu, kloter Surabaya dan daerah terdekat Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, atau Jombang akan diterbangkan pada kloter terakhir tanggal 15 Agustus 2018. Jemaah akan berada di dalam pesawat selama sekitar 7 jam.