Jumat, 06 Juli 2018

Larangan Terbang Dicabut, PT AP I Bersiap Sambut Kedatangan Wisman Asal Eropa

Jakarta - Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) secara resmi menghapus semua nama maskapai penerbangan Indonesia dari Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa sejak Kamis (14/6) lalu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan dengan dicabutnya larangan maskapai ini bisa diimbangi dengan masuknya investasi Eropa di Indonesia.

“Saya berjanji akan mengikuti syarat-syarat safety tersebut. Saya juga sudah katakan kepada maskapai, kita boleh berpesta tapi kita juga harus introspeksi. Mudah-mudahan pencabutan banned ini juga diikuti dengan datangnya investasi,” ujar Budi di Jakarta Selatan, Jumat (15/6), seperti dilansir Merdeka.

Pencabutan larangan terbang ini sekaligus membawa dampak positif bagi beberapa maskapai di Indonesia. “EU ini ada tiga maskapai yang bintangnya langsung naik, Garuda, Citilink, sama Lion itu kalau tidak salah dari bintang 3 jadi bintang 7,” tutur Budi.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I Faik Fahmi mengatakan bahwa dengan dicabutnya larangan terbang maskapai Indonesia oleh Uni Eropa ini akan membuka peluang kunjungan wisatawan mancanegara dari Eropa. Oleh sebab itu PT AP I berupaya menyiapkan bandara-bandara yang berada di bawah pengelolaannya supaya siap menyambut lebih banyak turis asing.

Salah satu usaha yang dilakukan oleh PT AP I adalah dengan meningkatkan infrastruktur di bandara-bandara PT AP I. Dari 13 bandara yang dikelola, 9 bandar udara di antaranya sedang dalam upaya peningkatan infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas bandara.

“Karena selama ini persoalan yang dihadapi adalah kapasitas bandara dalam menampung penumpang. Pertumbuhan trafik penumpang lebih dari kemampuan menyediakan kapasitas. Sehingga program peningkatan infrastruktur ini, diharapkan bisa mendorong trafik penumpang, tidak hanya domestik tetapi juga internasional,” papar Fahmi.

Lebih lanjut Fahmi menjelaskan, penerbangan internasional biasanya menggunakan pesawat-pesawat berbadan besar. Sedangkan bandara yang mempunyai kapasitas memadai untuk menampung pesawat wide body sementara ini baru Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Dengan dibangunnya bandara baru di Kulonprogo diharapkan bisa menambah satu lagi tujuan pendaratan untuk penerbangan internasional dengan pesawat berbadan besar.

“Desain bandara ini, runway sudah dibuat agar dapat dijadikan landasan untuk pesawat besar. Harapannya, bandara Kulonprogo menjadi destinasi utama untuk penerbangan internasional bagi maskapai-maskapai dengan pesawat besar,” ucap Fahmi.