Senin, 23 Juli 2018

Lagi, Kasus Pencurian Terjadi di Musala Terminal 1 Bandara Juanda

SURABAYA – Musala Terminal 1 Bandara Internasional Juanda tampaknya menjadi lokasi yang strategi bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal. Pada Jumat (20/7) kemarin, pemuda dengan inisial AP, warga Kelurahan Gubeng Kertajaya, Surabaya diringkus Unit Reskrim Polsek Sedati, Sidoarjo karena kedapatan mencuri handphone di musala tersebut.



“Penangkapan pelaku diawali laporan korban yang mengaku kehilangan ponsel ketika melakukan salat di musala Terminal 1 Bandara Juanda sekitar pukul 21.00 WIB,” jelas Kapolsek Sedati, AKP Hardyantoro. “Dari laporan tersebut, kami lalu memeriksa kamera CCTV dan memang wajah pelaku pencurian terekam saat mengambil ponsel di musala. Setelah itu, tim segera bergerak.”

Menurut penjelasan Hardyantoro, sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku menuju musala untuk istirahat. Nah, saat jam menunjukkan pukul 00.00 WIB, datang korban dan berniat mengisi baterai handphone di musala itu, lalu ditinggal tidur. Pelaku yang pura-pura tidur langsung mengambil handphone milik korban dan dimasukkan ke dalam tas.

“Seperti tidak berbuat kesalahan, pelaku langsung kembali ke tempat semula dirinya beristirahat dan melanjutkan kepura-puraannya tidur. Namun, korban terbangun dan kaget melihat handphone miliknya raib dan hanya menyisakan kabel charge,” sambungnya. “Korban langsung melaporkan kejadian itu ke kami dan pelaku berhasil diamankan saat itu juga.”

Ditambahkan Hardyantoro, dari tangan pelaku, berhasil diamankan handphone dan tas pinggang. Pelaku sendiri adalah residivis karena kasus narkoba pada tahun 2010 dan sempat divonis 2 tahun penjara. Saat ini, ia akan dijerat dengan pasal 362 KUHP. “Yang perlu diingat adalah jangan menaruh barang di sembarang tempat karena bisa memicu tindak kriminal,” saran Hardyantoro.

Sebelumnya, pada bulan Maret 2018 kemarin, seorang wanita berinisial WAN (49), warga Desa Seragih Tengah, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi kedapatan mengambil barang penumpang, juga di musala Terminal 1 Bandara Juanda. Mengenakan baju gamis dan jaket hitam, dirinya masuk musala ternyata bukan untuk menjalankan ibadah, melainkan untuk mencuri barang penumpang lainnya.