Kamis, 12 Juli 2018

Gapura Angkasa Berencana Gaet Bandara Juanda untuk Layani Bisnis Kargo

Jakarta – PT Gapura Angkasa saat ini tengah giat melakukan upaya diversifikasi layanan karena tak ingin hanya menggantungkan pendapatan dari sektor bisnis jasa layanan darat (ground handling). Sejauh ini, porsi pendapatan dari bisnis ground handling PT Gapura Angkasa memang masih mendominasi sekitar 70%, oleh sebab itu perusahaan hanya menggantungkan diri dari bisnis maskapai untuk menopang kinerja.

“Pelan-pelan kami akan lakukan diversifikasi dari yang awalnya porsinya 30%, diharapkan bisa menjadi 35% pada tahun depan,” ujar Sucipto, CEO dan Presiden Direktur Gapura Angkasa, Kamis (5/7), seperti dilansir Bisnis.

PT Gapura Angkasa sendiri sebenarnya memiliki lini bisnis samping seperti usaha logistik yang meliputi kargo dan pergudangan (warehousing), serta layanan untuk penumpang (hospitality). Gapura Angkasa juga bekerjasama dengan PT Angkasa Pura terkait bisnis kargo. Beberapa bandara tersebut meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Kualanamu Deli Serdang, Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, dan Bandara Lombok.

Tahun 2018 ini Gapura Angkasa juga berencana menggandeng 2 bandara lagi seperti Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk mengelola bisnis kargo. Kedua bandara itu dianggap mempunyai jumlah pergerakan kargo yang cukup besar.

Pihak Gapura Angkasa juga kabarnya sudah menawarkan jasa logistik untuk perusahaan e-dagang yang bisnisnya sensitif terhadap ketepatan waktu. Gapura menawarkan jasa pemeriksaan dan penyimpanan barang secara khusus supaya proses pengiriman barang bisa lebih cepat ketika berada di bandara.

Sementara itu, untuk bisnis hospitality andalan Gapura Angkasa adalah Joumpa Airport Assistance, yaitu layanan yang menawarkan kemudahan pada penumpang selama proses kedatangan, transit, dan keberangkatan. Layanan Joumpa Airport Assistance tersedia di 50 bandara yang ada di Indonesia dan internasional.

Gapura pun menjalin kemitraan dengan jaringan hotel di Jakarta, Bali, dan Surabaya supaya layanan yang diperoleh penumpang tak terputus mulai dari penjemputan di daerah asal sampai pengangkutan di daerah tujuan. “Bisnis ini sangat menjanjikan, sejak diluncurkan awal tahun lalu sudah ada puluhan ribu penumpang yang sudah menggunakan layanan ini,” katanya.

Oleh sebab itu pada tahun 2018 ini PT Gapura Angkasa membidik pertumbuhan laba mencapai 20% walaupun bisnis penerbangan saat ini tengah mengalami banyak tekanan. “Tahun lalu (2017) keuntungan kami Rp 54 miliar. Tahun ini akan tetap tumbuh hingga 20%,” papar Sucipto.