Sabtu, 02 Juni 2018

Selama Libur Lebaran, Perbaikan Runway Bandara Juanda Dihentikan

Jakarta – Selama libur Lebaran PT Angkasa Pura (AP) I akan menghentikan seluruh kegiatan pembangunan di sisi udara, termasuk penebalan landasan pacu (overlay runway) bandara. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan layanan penerbangan selama pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Menurut Direktur Operasional Angkasa Pura (AP) I Wendo Asrul Rose, penghentian pembangunan ini akan dimulai sejak H-8 sampai H+8 Lebaran. Kebijakan ini juga merupakan salah satu instruksi dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Seluruh kegiatan pembangunan di air side berhenti, supaya kapasitas operasional penerbangan bertambah karena banyak maskapai yang mengajukan extra flight,” ujar Wendo, Rabu (23/5), seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut Wendo menjelaskan, ada 5 bandara yang tengah melakukan pekerjaan overlay runway, antara lain Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin, dan Bandara Hasanuddin di Makassar.

Overlay itu sendiri sebenarnya sangat dibutuhkan lantaran terjadi tren pertumbuhan penumpang yang tinggi di kelima bandara tersebut, sehingga mengakibatkan jumlah pesawat pun meningkat. Di samping itu, jumlah pesawat berbadan besar atau wide body pun semakin banyak.

Pekerjaan overlay runway sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan ditargetkan rampung tahun 2019 depan. “Agar pergerakan pesawat lancar dan terjamin keselamatannya, landasan dan sisi udara lainnya dari bandara harus dipersiapkan semaksimal mungkin. Pekerjaan-pekerjaan yang menghambat lalu lintas pesawat agar dihentikan sementara dan bisa dilanjutkan kembali setelah peak season Lebaran usai,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso.

Meskipun pekerjaan perbaikan runway bandara dihentikan sementara, Agus mengimbau supaya para pengguna jasa bandara tak perlu mengkhawatirkan perihal keselamatan penerbangan. Sebab yang dihentikan sementara adalah pekerjaan yang tak mengganggu operasional penerbangan.

“Perbaikan yang bisa dihentikan sementara harus dihentikan. Namun demikian jika ternyata ada kerusakan runway akibat operasional penerbangan pada periode tersebut, pengelola bandara harus secepat mungkin memperbaikinya sesuai dengan standar keselamatan penerbangan,” sambung Agus.

Tak hanya menginstruksikan penghentian sementara pekerjaan perbaikan runway, Agus juga mengimbau pihak pengelola bandara untuk lebih meningkatkan pengawasan dari sisi udara agar dapat berfungsi secara prima, baik sehubungan dengan kebersihan, pencegahan binatang pengganggu atau genangan air, dan sebagainya.