Senin, 04 Juni 2018

Harga Tiket Pesawat Jakarta-Surabaya Rp4 Juta? Itu Hoax!

JAKARTA – Di musim mudik Lebaran ini, masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa harga tiket pesawat terbang rute Jakarta-Surabaya bisa menembus angka Rp4 juta. Namun, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, langsung menepis kabar tersebut karena telah menetapkan batas atas sebesar Rp1,3 juta.



“Itu berita bohong karena ada ketentuan tarif batas atas untuk jurusan tersebut,” tandas Budi kepada pers ketika meninjau Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (3/6) kemarin. “Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan pemerintah, tarif pesawat Jakarta-Surabaya maksimal Rp1,3 juta dan pergi-pulang Rp2,6 juta per penumpang.”

Budi menambahkan, operator airlines atau maskapai memang berhak mengenakan tarif sesuai dengan batas atas. Tetapi, perusahaan juga harus menetapkan harga tiket yang wajar dan terjangkau bagi masyarakat. “Saya sendiri sudah mengatakan kepada operator agar harga tiket tidak dinaikkan melebihi batas atas ketika mudik Lebaran,” sambung Budi.

Budi menuturkan, bahwa pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas kepada pengelola maskapai yang kedapatan melakukan penjualan tiket pesawat dengan harga mahal. Dirinya pun mengancam bahwa akan melakukan pembatalan penerbangan tujuan kalau harga tiket pesawat melebihi batas atas.

“Saya berharap, para operator angkutan massal tidak mengambil keuntungan yang tidak wajar lantaran banyak permintaan saat mudik Lebaran,” imbuh Budi. “Saya juga minta kepada semua operator bandara, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), hingga operator bus untuk jangan mengambil untung terlalu banyak. Syukur-syukur kalau bisa lebih rendah dari batas atas.”

Budi sendiri menuturkan bahwa secara umum, semua bandara di Indonesia sudah siap mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018 ini. Menurutnya, semua pemangku kepentingan telah menjalankan prosedur tetap yang setiap hari terus dilakukan monitoring. “Mudik dan balik Lebaran tahun lalu sudah baik dan target tahun ini harus lebih baik. Untuk itu, semua butuh perencanaan dan koordinasi,” tutup Budi.