Minggu, 24 Juni 2018

Angkutan Kargo di Bandara Juanda Selama Lebaran Melonjak 24%

Surabaya – Angkutan kargo melalui Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Jawa Timur dilaporkan mengalami pertumbuhan mencapai 24% sejak H-10 mudik Lebaran sampai hari H Idul Fitri 2018. Berdasarkan data dari PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda, jumlah angkutan kargo naik menjadi 2,9 juta kg dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,4 juta kg.



Menurut Humas Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardi Hanggoro, pertumbuhan tertinggi ada pada angkutan kargo tujuan domestik yang mencapai persentase 29,3%. Lonjakan angkutan kargo ini sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas pengiriman barang menjelang Lebaran beberapa waktu lalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Angkutan kargo domestik pada periode tersebut mencapai 2,5 juta kg meningkat dibandingkan Lebaran tahun lalu yang hanya 1,9 juta kg,” ujar Yuristo di Surabaya, Sabtu (16/6), seperti dilansir Bisnis. Sementara itu, untuk angkutan kargo tujuan internasional hanya mengalami pertumbuhan sebesar 0,3% dari angka 433.042 kg tahun 2017 menjadi 444.367 pada tahun 2018.

Tak hanya arus kargo saja, jumlah pemudik lewat Bandara Internasional Juanda Surabaya juga dilaporkan meningkat sebesar 2% jika dibandingkan dengan arus lalu lintas pemudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun lalu. “Ada peningkatan sebesar dua persen jika dibanding musim mudik tahun lalu. Jika musim mudik tahun lalu, lalu lintas pemudik di Bandara Juanda sebesar 548.519 orang, tahun ini 559.217 orang,” papar Yuristo.

Lebih lanjut Yuristo menjelaskan jika kenaikan paling drastis ada pada lalu lintas penumpang internasional yang naik hingga 16,9% dari 52.246 orang menjadi 61.080 orang. Angka tersebut merupakan jumlah penumpang mulai H-10 Lebaran sampai hari H Idul Fitri 1439 H. “Kemudian untuk peningkatan lalu lintas penumpang domestik hanya sebesar 0,4 persen dibanding lebaran tahun lalu. Yakni dari 496.273 orang menjadi 498.137 orang,” sambungnya.

Peningkatan jumlah penumpang dan kargo ini disebut-sebut akibat kenaikan jumlah pesawat yang mencapai 7,4%. Misalnya saja pada pesawat tujuan domestik, saat musim mudik tahun lalu hanya 3.604 unit, tetapi tahun 2018 ini meningkat 6,1% jadi 3.824 unit. “Begitupun pesawat internasional yang juga ada peningkatan jumlah dibanding musim mudik lebaran tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya jumlah pesawat internasional hanya 311 unit, sementara tahun ini meningkat menjadi 379 unit,” tandasnya.