Minggu, 03 Juni 2018

AirAsia Sediakan Lebih dari 14 Ribu Kursi Tambahan untuk Lebaran

Jakarta – Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang ketika masa angkutan mudik Lebaran 2018, PT AirAsia Indonesia mempersiapkan kursi pesawat tambahan. Setidaknya terdapat 14.040 seat atau tempat duduk yang disiapkan selama libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini.



“Persiapannya normal namun kami mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menyediakan penerbangan ekstra,” ujar CEO PT AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan di Jakarta, Kamis (31/5), seperti dilansir Balipost.

Kursi penerbangan yang ditambah antara lain untuk rute Jakarta-Surabaya, Surabaya-Denpasar, Surabaya-Johar Baru, dan rute favorit Jakarta-Yogyakarta. “Untuk rute favorit Jakarta-Yogyakarta total 4.680 kursi tambahannya,” beber Dendy.

Adapun jadwal penerbangan tambahan Air Asia Jakarta-Surabaya dilaksanakan selama periode 8-14 Juni 2018 dan 19-24 Juni 2018. Kemudian extra flight Surabaya-Denpasar beroperasi sebanyak 6 kali sehari pada 12-14 Juni 2018 dan 17-22 Juni 2018.

“Sementara untuk penerbangan Surabaya-Johor Baharu karena banyak juga tenaga kerja Indonesia tambahan ekstra flight sehari 3 kali yaitu mulai tanggal 7-14 Juni,” ujar Dendy. Pada ketiga rute tersebut, jumlah kursi tambahan yang disediakan mencapai 9.360 seat.

Selain itu, Dendy menambahkan bahwa harga tiket pesawat AirAsia selama periode mudik memang mengalami kenaikan. Akan tetapi kenaikan harga tiket pesawat AirAsia menurutnya masih mengikuti ketentuan tarif batas atas dan batas bawah. “Rata-rata kenaikannya untuk Lebaran yang pasti masih affordable, jadi buruan beli,” papar Dendy.

Sementara itu, pihak maskapai Air Asia sendiri mengaku tak terlalu mempermasalahkan perihal kurs rupiah yang sedang melemah atas dolar AS. Walau demikian, fluktuasi rupiah diakuinya berdampak pada kenaikan harga avtur yang merupakan bahan bakar pesawat. “Avtur merupakan komponen operasional pesawat yang mencapai 35 persen, dengan kenaikan avtur hingga 10 persen maka berdampak pada peningkatan cost dan kami prihatin,” katanya.

Meski demikian, AirAsia selaku salah satu maskapai berbiaya hemat atau low cost carrier mengaku masih berupaya untuk menekan biaya operasional dan tak ingin membebankannya pada penumpang lewat harga tiket pesawat. “Kami terus berusaha membuat semua senang dan terbang dengan nyaman dan selamat,” beber Dendy.