Sabtu, 12 Mei 2018

Penerbangan dari Bandara Juanda ke Yogyakarta Tak Terpengaruh Erupsi Gunung Merapi

Surabaya – Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah sempat mengalami erupsi freatik pada Jumat (11/5) pagi pukul 07.32 WIB. Erupsi tersebut sempat mengakibatkan hujan abu di sejumlah tempat, khususnya bagian selatan hingga barat daya dari puncak kawah Gunung Merapi.

Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta pun sempat terdampak abu vulkanik dari Gunung Merapi dan ditutup sementara. Penutupan sementara Bandara Adisutjipto berlangsung dari pukul 10.42 WIB hingga jam 11.10 WIB. Ditutupnya Bandara Adisutjipto sempat membuat para penumpang khawatir, terutama penumpang tujuan Yogyakarta.

Akan tetapi kondisi saat ini kabarnya sudah jauh lebih baik. Humas PT Angkasa Pura (AP) I Yuristo Ardi mengungkapkan jika kondisi kini sudah aman dan penerbangan ke Jogja pun dibuka kembali. “Aman, sudah open kok Jogja dari siang tadi jadi kembali normal. Bandara Adi Sutjipto sempat aerodrome close, jadi bukan bandaranya yang tutup, sekarang sudah aman tadi close nggak lama,” ujar Yuristo, seperti dilansir Tribunnews.

Yuristo juga memaparkan jika erupsi Gunung Merapi tidak mempengaruhi penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Yogyakarta. “Kebetulan waktu penutupan tak ada jadwal penerbangan jadi tak ada pesawat terdampak ke Jogja,” sambung Yuristo.

PT AP I Cabang Bandara Juanda sebelumnya menginformasikan jika terdapat 7 penerbangan keberangkatan dan 7 penerbangan kedatangan untuk rute Surabaya ke Yogyakarta. Dari jadwal tersebut meliputi 1 penerbangan yang dilayani Garuda Indonesia, 1 penerbangan Sriwijaya Air, dan 5 penerbangan lain dilayani Wings Air.

Hujan abu dilaporkan berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman Yogyakarta, meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, dan sebagian Kecamatan Sleman. Di Sleman, hujan abu turun di daerah Jombor, Ngaglik, Pasar Sleman, Jakal KM 10, Godean, Depok dan Gamping. Kemudian di Yogyakarta hujan abu berlangsung di daerah Stasiun Tugu, Bumijo, Malioboro, Gamping, dan Timoho.

Sejauh ini masih belum ada erupsi susulan. BPPTK PVMBG pun tak merekam adanya peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Merapi. Status Gunung Merapi pun tetap normal (level 1). Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, dan melakukan antisipasi dengan menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan.