Jumat, 04 Mei 2018

Kunjungan Wisman ke Indonesia Januari-Maret 2018 Naik 14,87% dari Tahun Lalu

Jakarta – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada triwulan I 2018 mencapai angka 3,67 juta kunjungan, meningkat 14,87% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 3,19 juta kunjungan.

“Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman Januari-Maret mencapai 3,67 juta atau naik 14,87 persen dibanding Januari-Maret 2017 sebanyak 3,19 juta,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di Jakarta, Rabu (2/5), seperti dilansir Kompas.

Yunita juga menambahkan, jumlah kunjungan wisman pada bulan Maret 2018 lalu meningkat 28,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 1,06 juta kunjungan menjadi 1,36 juta kunjungan. “Jumlah kunjungan wisman pada Maret 2018 juga mengalami kenaikan 13,62% dari Februari 2018, cukup signifikan. Ini lebih dipengaruhi kondisi Bali yang mulai recovery,” ucapnya.

Erupsi Gunung Agung di Bali yang terjadi pada Juli-Agustus 2017 lalu sempat mengakibatkan industri pariwisata nasional lesu dan berdampak pada penurunan jumlah kunjungan wisman dari 1,39 kunjungan pada Agustus 2017 menjadi 1,25 juta kunjungan pada September, bahkan sempat mencapai level terendah pada November 2017 sebesar 1,06 juta kunjungan.

Sebagian besar wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia memilih datang melalui jalur udara sebesar 62%, kemudian jalur laut sebesar 22%, dan jalur darat sebanyak 16%. Secara keseluruhan, jumlah wisatawan mancanegara yang memasuki Indonesia melalui jalur udara pada periode Maret 2018 meningkat 13,05 persen dari tahun lalu.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan kunjungan wisman terjadi di 10 pintu masuk utama jalur udara dengan persentase kenaikan tertinggi berlangsung di Bandara Supadio Pontianak sebesar 168,74%, kemudian di belakangnya ada Bandara Internasional Juanda Surabaya sebesar 96,35%, dan Bandara Sam Ratulangi Manado 95,7%.

Sedangkan penurunan jumlah kunjungan wisman selama Maret 2018 berlangsung di 5 pintu masuk udara dengan persentase penurunan paling tinggi di Bandara Sultan Badaruddin II Sumatra Selatan 30,86% dan penurunan paling rendah ada di Bandara Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 12,61 %.