Minggu, 20 Mei 2018

Jelang Mudik Lebaran 2018, Airfast Tambah Jadwal Penerbangan Rute Surabaya-Bawean

Gresik – Dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang saat menjelang masa angkutan mudik Lebaran tahun 2018 ini, PT Airfast Indonesia akan menambah jadwal penerbangan perintis rute dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Bandara Harun Thohir Bawean.



Maskapai Airfast Indonesia mengungkapkan bahwa jadwal penerbangan tambahan dioperasikan pada hari Senin, yang tadinya hanya 1 kali penerbangan kini ditambah frekuensinya menjadi 2 kali penerbangan. Jadwal penerbangan dari Surabaya-Bawean pukul 10.05 WIB, Bawean-Surabaya jam 11.55 WIB. Kemudian terbang lagi dari Surabaya-Bawean pukul 13.45 WIB dan penerbangan dari Bawean-Surabaya pukul 15.35 WIB.

Menurut Kepala satuan pelayanan Bandara Harun Thohir Bawean Jufrianto, penambahan jadwal penerbangan dari Surabaya ke Bawean ini bukan hanya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat mudik Lebaran saja, tetapi juga untuk memanfaatkan kekosongan frekuensi penerbangan rute Sumenep-Pagerungan.

Jufri menjelaskan bahwa hingga kini rute Sumenep-Pagerungan masih dalam proses pengurusan izin operasi. Oleh sebab itu slot yang kosong tersebut untuk sementara digunakan melayani rute penerbangan tambahan di Bandara Harun Thohir. “Jadwal ini berlaku mulai 21 Mei 2018 sampai menunggu ditetapkan peraturan dari Kemenhub berikutnya,” jelas Jufri, Jumat (18/5), seperti dilansir BeritaGresik.

Sejak dibuka tahun lalu, penerbangan rute Surabaya-Bawean rupanya disambut antusias oleh masyarakat. Terbukti dari peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan, terutama saat memasuki bulan puasa Ramadan. Bahkan jumlah penumpang rute Surabaya-Bawean diprediksi terus bertambah sampai menjelang mudik Lebaran tiba. “Memasuki puasa penumpang Surabaya ke Bawean sudah mengalami peningkatan,” ucapnya.

Harga tiket pesawat dari Bandara Juanda ke Bandara Harun Thohir dipatok sekitar Rp 317.200 sekali terbang. Sebaliknya, dari Bawean ke Surabaya dikenai harga tiket yang lebih murah, hanya Rp 242.200. “Pesawat yang digunakan masih sama, Airfast Indonesia,” beber Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Sumenep, Pulau Madura Wahyu Siswoyo tahun lalu. Airfast beroperasi menggunakan pesawat jenis Twin Otter tipe DHC 6-300. Pesawat tersebut mampu menampung 15 tempat duduk yang terdiri dari 12 penumpang dan 3 kru pesawat.