Selasa, 15 Mei 2018

Insiden Bom, Minat Penerbangan ke Surabaya Belum Terganggu

SURABAYA – Insiden bom yang menyerang tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) kemarin dan Polrestabes Surabaya pada hari Senin (14/5) pagi, ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat untuk melakukan penerbangan ke Kota Pahlawan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penerbangan ke Surabaya yang dibatalkan oleh calon penumpang.

“Hingga sekarang, kami belum menemukan efek sama sekali terkait dengan insiden (ledakan bom) tersebut,” kata Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan, seperti dilansir dari situs Liputan6. “Pemesanan tiket penerbangan ke Surabaya juga masih lancar, jadi masih normal-normal saja.”

Ia menambahkan, permintaan pengembalian tiket (refund) hingga saat ini juga belum ada. Pemesanan tiket pesawat Garuda Indonesia untuk kelas VIP pun belum ada pengurangan atau pembatalan untuk tujuan ke Surabaya. “Permintaan belum ada yang turun, bahkan kami tadi baru cek untuk VIP masih normal, belum ada yang cancel,” sambung Ikhsan.

“Meski demikian, untuk ke beberapa waktu ke depan, ada kemungkinan animo masyarakat untuk ke terbang Surabaya bisa turun (akibat insiden bom gereja),” tambah Ikhsan. “Tetapi, kami masih akan lihat situasi ke depan terlebih dahulu. Jadi, kondisi penerbangan masih sangat bergantung situasinya.”

Hampir senada, Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo, menuturkan bahwa tidak ada pengurangan jumlah maupun penundaan penerbangan ke Surabaya dari pihak maskapai. Selain itu, juga tidak ada penumpang yang melakukan re-schedule jadwal penerbangan ke Kota Pahlawan. “Artinya, penumpang tetap percaya jika pemerintah dan petugas keamanan bisa mengatasi hal ini,” katanya.

PT Angkasa Pura I sendiri, selaku pengelola Bandara Internasional Juanda, telah meningkatkan keamanan di pintu masuk-keluar Provinsi Jatim tersebut pasca-insiden bom gereja di Surabaya. Perusahaan sudah bekerja sama dengan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah tindakan terorisme.

“Dengan maraknya isu dan tragedi bom, kami meningkatkan keamanan di bandara yang berada di bawah naungan Angkasa Pura I dan kami bekerja sama dengan aparat keamanan untuk melakukan koordinasi dengan baik,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faiq Fahmi. “Kami menyiapkan segala kebutuhan di lapangan dan memastikan Bandara Juanda tetap aman bagi penumpang dan pengguna jasa.”