Minggu, 08 April 2018

Rencana Penerbangan Sumenep-Surabaya 2 Kali Sehari Masih Belum Jelas, Pemerintah Diminta Beri Subsidi

Surabaya – Sejak bulan Februari 2018 lalu frekuensi penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Bandara Trunojoyo Sumenep dan sebaliknya direncanakan akan ditambah menjadi 2 kali sehari. Akan tetapi sampai saat ini rencana itu masih belum terealisasi.



Penerbangan komersial yang dilayani oleh maskapai Wings Air milik Lion Air Group menggunakan pesawat tipe ATR 72-600 masih beroperasi sesuai jadwal sebelumnya, terbang sekali sehari dari Surabaya pukul 11.45 WIB dan dari Sumenep jam 13.45 WIB.

Menurut Kepala Bandara Trunojoyo Sumenep, Indra Triantono, rencana 2 kali penerbangan tersebut masih dicarikan solusinya. Sebab slot penerbangan pagi Surabaya-Sumenep PP sangat panjang dan menjadi pertimbangan AirNav Surabaya. “Kalau jalur Surabaya-Sumenep dan Sumenep-Surabaya di pagi hari itu sebetulnya pihak AirNav oke-oke aja. Tetapi untuk jalur setelah itu yang panjang sehingga sampai saat ini masih menjadi pembahasan dan pertimbangan pihak AirNav,” ungkap Indra di Madura, Selasa (13/3), seperti dilansir Tribunnews.

Indra menjelaskan yang dimaksud jalur panjang adalah karena pesawat itu bukan hanya menerbangi rute Surabaya-Sumenep PP saja, tetapi juga masih harus terbang ke Surabaya-Banyuwangi PP kemudian Surabaya-Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. “Kami berharap upaya itu segera membuahkan hasil dan rencana penerbangan Surabaya-Sumenep PP pada pagi hari segera terwujud,” ujar Indra.

Sementara itu, pihak legislatif di Jawa Timur berharap agar pemerintah memberi subsidi untuk maskapai supaya jadwal penerbangan 2 kali per hari dapat segera terealisasi. “Animo masyarakat Madura untuk menggunakan moda pesawat udara sangat tinggi. Namun, tak ditunjang fasilitas memadai dimana seharusnya ada penerbangan dua kali per harinya ke Sumenep namun kenyataannya Cuma sekali per harinya. Ini tentunya merugikan pengembangan pulau Madura,” ucap anggota Komisi D DPRD Jatim Saifudin Asmoro.

Saifudin menuturkan, dengan adanya subsidi dari pemerintah diharapkan maskapai penerbangan yang melayani jalur tersebut tidak merugi. “Subsidi tiket itu yang terpenting dengan harapan bisa menutupi kerugian,” katanya.

Saifudin pun berharap agar pemerintah segera mencarikan solusi untuk mewujudkan penerbangan 2 kali sehari rute Surabaya-Sumenep PP. “Hal ini tentunya dapat menunjang pengembangan kawasan Madura. Semakin banyak rute yang dibuka tentunya akan menarik maskapai penerbangan lainnya untuk membuka jalur ke Sumenep. Kami minta ini segera direalisasi,” tandasnya.