Kamis, 19 April 2018

Jumlah Penumpang Bandara PT AP I Naik 10% pada Kuartal I/2018

Jakarta – Pada kuartal I 2018 lalu lintas atau trafik penumpang di 13 bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura (AP) I mencatatkan pertumbuhan sebesar 10% dari periode yang sama tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 20,35 juta orang. Dari 13 bandara yang dikelola PT AP I, Bandara I Gusti Ngurah Rai menyumbang angka pertumbuhan penumpang terbesar.

“Traffic penumpang di 13 bandara AP I mencapai 22,38 juta orang, naik 10 persen dibanding kuartal I 2017 yang hanya sebanyak 20,35 juta penumpang,” ujar Direktur Utama PT AP I, Faik Fahmi, Rabu (18/4), seperti dilansir Kompas.

Sementara itu Bandara Ngurah Rai di Bali berkontribusi sebesar 23% dari total penumpang kuartal I 2018. Pada periode ini jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai mencapai 5,16 juta orang, naik 6,95% dari periode sama tahun lalu yang hanya berjumlah 4,83 juta penumpang.

Pada triwulan ini trafik tertinggi kedua dipegang oleh Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan jumlah trafik penumpang sebanyak 4,98 juta orang atau 22% dari keseluruhan trafik penumpang di bandara PT AP I. Jumlah tersebut dilaporkan meningkat 8,23 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 4,6 juta orang.

Kemudian bandara dengan pertumbuhan traffic penumpang tertinggi pertama adalah Bandara Ahmad Yani di Semarang sebesar 18,79%, kemudian di peringkat 2 adalah Bandara Fans Kaisiepo di Biak sebesar 17,96%, dan Bandara Adisutjipto di Yogyakarta sebesar 17,5%. Untuk mengantisipasi potensi pertumbuhan penumpang setiap tahun, PT AP I juga terus berupaya mengembangkan bandara.

“Pengembangan dilakukan juga untuk menjaga standar pelayanan kepada pengguna jasa bandara. Misalnya terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang yang direncanakan dapat dioperasikan pada Juni 2018 mendatang sehingga dapat melayani arus mudik Lebaran 2018,” kata Faik.

Tak cukup sampai di situ, PT AP I juga tengah mengembangkan bandara baru di Yogyakarta, yaitu New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, serta pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda, Bandara Lombok Praya, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Ngurah Rai.

“Tahun ini, kami menganggarkan dana investasi pengembangan dan pemeliharaan bandara sebesar Rp 18,8 triliun di mana Rp 14,8 triliun digunakan untuk pengembangan bandara dan Rp 4 triliun untuk operasional rutin,” tutup Faik.