Rabu, 04 April 2018

Jumlah Kunjungan Wisman ke Jawa Timur Turun 13,51%

Surabaya – Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada periode Februari 2018 lalu hanya sebesar 23.094 kunjungan. Perolehan angka tersebut lebih rendah 13,51% dari bulan sebelumnya yang mencapai jumlah 26.700 kunjungan.

“Dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisman yang datang ke Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 92,48 persen. Dimana kunjungan Wisman ke Jatim melalui pintu Bandara Juanda pada Februari 2017 hanya 11.998 kunjungan,” ujar Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono di Surabaya, Rabu (3/4), seperti dilansir Republika.

Lebih lanjut Teguh mengungkapkan bahwa terdapat 10 negara asal turis mancanegara yang mendominasi kunjungan ke Provinsi Jatim selama Februari 2018 lalu, antara lain Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Thailand, Jepang, India, Amerika Serikat, Hongkong, dan Korea Selatan. Wisman dari negara-negara tersebut mencakup 44,56% dari keseluruhan jumlah kedatangan wisman ke Jatim selama Februari 2018.

“Dari sepuluh negara tersebut, wisatawan mancanegara berkebangsaan Malaysia menempati posisi tertinggi, yaitu sebesar 19,19 persen, diikuti Singapura di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga kunjungan berturut-turut mencapai 7,19 persen dan 4,30 persen,” sambung Teguh.

Jika dibandingkan dengan bulan Januari 2018, jumlah kunjungan wisman dari 10 negara itu mengalami kenaikan sebesar 4,30%. Wisman asal Hong Kong mengalami kenaikan tertinggi mencapai 96,50%, sementara itu wisman asal Korea Selatan menurun hingga 31,80% selama Februari 2018.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode Januari-Februari tahun 2017 lalu, maka jumlah kunjungan wisman dari 10 negara tersebut mengalami kenaikan pada Januari-Februari 2018 sebesar 33,54%. Wisman asal Thailand mengalami kenaikan tertinggi mencapai 82,93%, sementara itu wisman Korea Selatan mengalami kenaikan terendah sebesar 2,69%.

Oleh sebab itu Teguh berpendapat bahwa Thailand menjadi pasar yang potensial untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Jatim. “Sementara itu, promosi ke pasar negara-negara lain juga harus lebih ditingkatkan, agar jumlah kunjungannya tetap meningkat di periode berikutnya,” beber Teguh.
Secara keseluruhan, jumlah wisman ke Indonesia pada Februari 2018 mencapai 1,20 juta kunjungan, naik 17,36% dari bulan yang sama tahun lalu. Demikian juga jika dibandingkan dengan bulan Januari 2018 naik 9,12%.