Selasa, 03 April 2018

Batik Air Resmi Terbang Surabaya-Denpasar, Harga Tiket Rp450 Ribuan

SURABAYA – Memanfaatkan libur panjang Paskah, maskapai Batik Air resmi mengoperasikan rute penerbangan Surabaya-Denpasar PP yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Penerbangan ini dilayani Batik Air satu kali setiap hari, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Berdasarkan rilis resmi perusahaan, penerbangan dari Surabaya bertolak dari Bandara Juanda pada pukul 13.30 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 15.15 WITA. Sementara, rute sebaliknya berangkat dari Denpasar pada pukul 12.45 WITA dan mendarat di Kota Pahlawan pada pukul 12.35 WIB.

Untuk mengoperasikan penerbangan ini, anak usaha Lion Air tersebut menggunakan armada pesawat tipe Airbus A320 atau Boeing 737-800/900 ER. Dengan harga tiket mulai Rp450 ribuan per orang, para penumpang sudah bisa menikmati perjalanan berkelas bersama Batik Air, dengan suguhan in flight entertainment dan in flight meal di setiap pelayanan penerbangan.

“Antusiasme penumpang yang naik Batik Air pada penerbangan perdana untuk rute ini cukup baik,” ujar
Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait. “Penumpang kemarin lumayan dan banyak yang kami undang untuk ikut serta, dan berikutnya, jumlah penumpang lumayan bagus. Penerbangan perdana ini sendiri juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi.”

Pada penerbangan perdana, load factor (LF) atau muatan penumpang mencapai 100 persen. Sementara, untuk hari Jumat (30/3) hingga Senin (2/4) kemarin, muatan penumpang mencapai angka 80 persen. Tingginya muatan penumpang tersebut salah satunya disebabkan penerbangan ini diluncurkan bertepatan dengan long weekend Paskah.

“Kehadiran Batik Air dengan membuka akses penerbangan kelas premium Surabaya menuju Denpasar maupun sebaliknya dapat mendukung pertumbuhan daerah masing–masing pada sektor pariwisata, sosial budaya, ekonomi kreatif, dan beberapa industri lainnya,” imbuh CEO Batik Air, Achmad Luthfie. “Ini juga menjawab tingginya permintaan dari pelanggan, karena pertumbuhan penumpang pesawat udara di Bali dan Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan tiap tahun.”