Rabu, 07 Maret 2018

Surabaya Diprediksi Masih Jadi Destinasi Favorit Saat Mudik Lebaran 2018

Jakarta – Berdasarkan prediksi dari perusahaan pencarian travel dunia, Skyscanner, para pemudik sudah memantau harga tiket mudik sejak 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Menurut Skyscanner, para pemudik sudah banyak yang berburu tiket mudik, terutama pesawat.

Lebih lanjut Skyscanner menerangkan bahwa jumlah pemudik setiap tahunnya mencapai 19-25 juta orang. Oleh sebab itu momen Lebaran biasanya identik dengan harga tiket yang mahal. “Masyarakat Indonesia biasanya sudah mulai memantau harga tiket pesawat untuk Lebaran sejak 6 bulan sebelumnya, meskipun mayoritas baru melakukan pemesanan sekitar 1-2 bulan sebelum hari H,” ujar Senior Marketing Manager Skyscanner Indonesia, Yulianto Balawan, seperti dilansir Antara.

“Lebaran tahun lalu, harga tiket penerbangan menuju beberapa kota di Indonesia naik lebih dari 70 persen. Ini membuktikan jika pemudik memang dirasa perlu untuk memantau harga tiket penerbangan secara teliti, baik dari segi harga maupun ketersediaan,” imbuh Yulianto, Selasa (6/3).

Pada tahun lalu harga tiket ke Jakarta naik sampai 7%, sedangkan untuk kota lain seperti Bali mengalami kenaikan sebesar 80%, Padang naik 74%, Palembang naik 79%, dan tiket ke Malang pun naik sampai 79%. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, rute penerbangan yang diperkirakan difavoritkan masyarakat saat Lebaran mendatang masih tetap berkutat pada destinasi seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Medan, dan Yogyakarta.

“Yang berbeda, apabila berkaca pada tren, tujuan Lombok, Belitung, dan juga Labuan Bajo diperkirakan akan banyak diincar oleh pemudik yang ingin sekaligus berwisata di liburan Lebaran tahun ini,” ungkap Yulianto.

Agar dapat kebagian tiket, para pemudik dianjurkan untuk memesan tiket sejak jauh-jauh hari sebelum Lebaran yang tahun ini diperkirakan jatuh pada tanggal 15-16 Juni 2018. Saat musim mudik Lebaran, sejumlah maskapai juga biasanya menyediakan extra flight atau penerbangan tambahan.

Adapun beberapa maskapai seperti Sriwijaya Air tahun lalu menyediakan 138.852 kursi tambahan bagi para pemudik. Kemudian maskapai pelat merah seperti Garuda Indonesia juga menyediakan lebih dari 60.000 kursi untuk keperluan arus mudik dan balik Lebaran.