Senin, 05 Maret 2018

Penerbangan Perintis ke Pulau Pagerungan Terkendala Status Bandara

SUMENEP – Setelah membuka penerbangan perintis dengan rute Sumenep-Surabaya yang menghubungkan Bandara Trunojoyo dengan Bandara Internasional Juanda, Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana melanjutkan rute penerbangan perintis ke Pulau Pagerungan. Namun, cita-cita tersebut hingga kini masih belum terealisasi karena terkendala status bandara di Pagerungan.



“Status bandara di Pagerungan itu masih bandara khusus, yaitu hanya untuk penerbangan pesawat Kangean Energy Indonesia,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Indra Triyantoro, beberapa waktu lalu. “Kami saat ini tinggal menunggu perubahan status Bandara Pagerungan menjadi bandara umum.”

Indra menambahkan, sebenarnya perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Kangean Energy Indonesia sudah menyetujui perubahan bandara Pagerungan dimanfaatkan sebagai bandara umum. Hanya saja, perubahan dan penetapan bandara tersebut tentunya membutuhkan waktu dan merupakan wewenang pihak terkait di Kementerian Perhubungan Indonesia.

“Kami berharap, perubahan status Bandara Pagerungan segera selesai agar penerbangan dari Bandara Trunojoyo ke Pagerungan dapat segera beroperasi,” sambung Indra. ‘Sebenarnya, berdasarkan kajian kami, Bandara Pagerungan secara teknis sudah layak untuk aktivitas penerbangan perintis yang selama ini beroperasi di Bandara Trunojoyo Sumenep.”

Sejak tahun 2015 lalu, Bandara Trunojoyo di Sumenep memang telah melayani penerbangan perintis rute Sumenep-Surabaya dan sebaliknya. Namun, karena sejak September 2017 telah dibuka penerbangan komersial dari Bandara Trunojoyo dengan rute yang sama, maka rute untuk penerbangan perintis harus diubah. “Pilihannya jatuh pada rute Sumenep-Kangean sesuai usulan pemerintah daerah,” lanjut Indra.

Pulau Pagerungan sendiri adalah salah satu pulau berpenghuni di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Di Pulau Pagerungan, terdapat bandara milik salah satu kontraktor kontrak kerja sama (K3S), Kangean Energy Indonesia (KEI). Perusahaan pengelola lapangan minyak dan gas bumi (migas) ini sebagian wilayah operasinya berada di Pulau Pagerungan.