Rabu, 21 Maret 2018

Penerbangan ke Surabaya Termasuk Rute Terlaris Lion Air

Jakarta – Dari sekian banyak maskapai penerbangan yang hadir di Indonesia, rupanya Lion Air disebut-sebut menjadi maskapai yang menguasai pasar domestik. Terlepas dari berbagai keluhan dari pelanggan, rupanya Lion Air justru jadi maskapai yang banyak difavoritkan.

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, 53% penjualan tiket pesawat domestik ternyata berasal dari maskapai Lion Air. “Lion Air pertumbuhannya luar biasa, kalau yang domestik sepertinya sudah tak terkalahkan. Bayangkan 53 persen penjualan hanya dari dia aja, sisanya bagi-bagi maskapai lain,” kata Menpar Arief di Jakarta, Jumat (16/3), seperti dilansir Kompas.

Sementara itu, President Director Lion Air Group, Edward Sirait menjelaskan jika selama ini tidak ada rute favorit, hanya saja jika ditinjau dari segi penjualan rupanya terdapat beberapa rute yang cukup tinggi angka penjualannya. “Kalau dibilang yang tertinggi, kita ada rute Jakarta-Denpasar, Balikpapan, Medan, Makassar, dan Surabaya. Semua dari Jakarta,” beber Edward.

Angka penjualan yang tinggi tersebut menurut Edward ditunjang oleh frekuensi penerbangan Lion Air yang memang menguasai rute-rute tersebut. Dengan jadwal penerbangan sebanyak 18 kali ke Medan dan Makassar, serta 14 kali ke Surabaya (Bandara Juanda) dalam sehari tentunya memudahkan Lion Air untuk menggaet banyak penumpang dan mencapai penjualan tertinggi di industri penerbangan.

Bahkan ketika sehari usai Hari Raya Nyepi belum lama ini tiket penerbangan langsung dari Bandara Juanda ke Bali dilaporkan habis terjual. Yang tersedia kala itu hanya tiket penerbangan transit dan harga tiket yang dibanderol mencapai 2 kali lipat lebih mahal dari biasanya. Meski demikian, antusiasme masyarakat yang hendak berlibur pun sama sekali tidak luntur.

Nantinya operasional dari maskapai Lion Air juga akan berpindah ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta lantaran slot penerbangannya semakin banyak. Akan tetapi pihak Lion Air masih menanti kepastian dari PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Soetta. “Sudah ada tawaran, tapi kita masih menunggu kepastian AP II, apa-apa saja nanti yang dibutuhkan, dan bagaimana kelanjutannya. Ini kan mau ada pembangunan terminal 1 dulu, mungkin habis itu akan dibahas lagi,” jelas Edward.