Selasa, 20 Maret 2018

Mudik Lebaran 2018, Pesawat Tujuan Surabaya Harus Berukuran Besar

JAKARTA – Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan beberapa konsep untuk menghadapi musim mudik Lebaran 2018 mendatang. Salah satu konsep yang disiapkan kementerian adalah penerbangan dengan tujuan Surabaya, Bali, dan Medan harus menggunakan pesawat wide-body (berukuran besar) dan seluruh pengelola bandara harus beroperasi selama 24 jam, termasuk di daerah.

“Maskapai diharuskan menggunakan pesawat berukuran besar (wide-body) untuk penerbangan ke daerah tertentu, seperti Surabaya, Bali, dan Medan,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, seperti dilansir Pikiran Rakyat. “Kami akan mengefisienkan jumlah pergerakan pesawat yang ada sehingga transportasi udara bisa tertangani dengan baik.”

Selain itu, ditambahkan Budi, Kementerian Perhubungan akan menginstruksikan seluruh pengelola untuk mengoperasikan bandara sampai pukul 24.00, termasuk bandara di daerah. Hal tersebut dilakukan agar rotasi pesawat yang kembali ke Jakarta menjadi lebih leluasa. “Jadi, Jakarta memang menjadi prioritas karena pergerakan penumpang banyak yang dari Jakarta,” sambung Budi.

“Dengan penambahan jam operasional, jadwal penerbangan akan menjadi lebih panjang,” imbuh Budi. “Akhir (jadwal penerbangan) itu bisa-bisa jam 03.00 atau jam 02.00 (waktu setempat) sehingga penerbangan bisa lebih maksimal. Biasanya, bandara-bandara kecil sudah tutup pada pukul 18.00. Nah, kami meminta mereka untuk beroperasi lebih panjang.”

Budi juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengusahakan untuk meningkatkan kapasitas bandara besar, seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Hasanuddin di Makassar, dan Bandara Internasional Kualanamu di Medan. Misalnya, di Jakarta, yang sekarang sekitar 81 pergerakan (pesawat), akan ditingkatkan menjadi 83-84 pergerakan pesawat per jam agar makin banyak kesempatan bergerak dari ibukota.

“Selain transportasi udara, kami juga menyiapkan strategi di bidang perkeretaapian untuk mudik Lebaran nanti, salah satu caranya adalah dengan menyiapkan kereta dan kursi tambahan,” tambah Budi. “PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) sudah memberikan tambahan sekitar 4-5 persen kapasitas, dan ini akan kami lakukan.”