Sabtu, 03 Maret 2018

Jumlah Kunjungan Wisman ke Jatim via Bandara Juanda Naik 15,05%

Jakarta – Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2018 mengalami penurunan sebesar 6,17% dari 1,11 juta kunjungan menjadi 1,04 juta kunjungan dibanding periode Januari 2017. Demikian pula jika dibandingkan Desember 2017, jumlah wisman yang datang ke Indonesia pada Januari 2018 menurun 9,36%.

“Penurunan ini wajar karena periode awal tahun bukan musim liburan dan Bali belum normal meski sudah ada perbaikan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Senin (1/3), seperti dilansir Bisnis.

Lebih lanjut, Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono justru mengatakan jika kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim lewat Bandara Internasional Juanda justru terus meningkat selama 3 tahun belakangan. Teguh berpendapat bahwa kenaikan ini diakibatkan oleh banyaknya tempat wisata baru yang layak untuk dikunjungi di Jatim.

“Selain tentunya promosi pariwisata, baik tempat, sarana akomodasi, maupun event-event yang dilakukan oleh dinas instansi terkait yang semakin baik,” papar Teguh di Surabaya, Jumat (2/3).

Jumlah kunjungan wisman ke Jatim melalui Bandara Juanda Surabaya pada Januari 2018 menyentuh angka 26.700 kunjungan, naik 15,05% dari Desember 2017 yang hanya sebesar 23.208 kunjungan. “Dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya, jumlah wisman yang datang ke Jawa Timur juga mengalami kenaikan sebesar 54,52 persen. Yakni dari 17.279 kunjungan menjadi 26.700,” jelas Teguh.

Setidaknya terdapat 10 negara asal turis asing yang paling banyak berkunjung ke Jatim selama Januari 2018, antara lain turis dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, Amerika, Jepang, Thailand, India, dan Australia. Wisman dari 10 negara tersebut meliputi 37,25% dari keseluruhan kedatangan wisman ke Jatim pada Januari 2018.

Dari kesepuluh negara tersebut, wisman dari Malaysia mendominasi dengan perolehan sebesar 15,57%. “Kemudian diikuti Singapura di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga kunjungan berturut-turut mencapai 5,12 persen dan 4,66 persen,” ucap Teguh.

Selain itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang juga dilaporkan mengalami kenaikan. Selama Januari 2018, TPK hotel berbintang menyentuh 51,41% dengan TPK hotel bintang 4 mencapai 54,58%. “Ini merupakan TPK tertinggi dibanding TPK hotel berbintang lainnya, dengan Rerata Lama Menginap Tamu (RLMT) keseluruhan Januari 2018 sebesar 1,81 hari. Ini naik 0,12 poin jika dibandingkan Desember 2017 yang hanya mencapai 1,69 hari,” jelasnya.