Sabtu, 10 Maret 2018

Bandara Juanda Sempat Ditutup, PT AP I Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Cuaca Ekstrem

Surabaya – Bandara Internasional Juanda Sidoarjo sempat ditutup selama hampir 1 jam lamanya pada Kamis (8/3) lalu. Layanan penerbangan di Bandara Juanda terpaksa ditutup sementara lantaran kondisi hujan deras yang mengakibatkan jarak pandang menurun hingga 300 meter.

“Benar ada notam close dari pukul 16.45 WIB sampai 17.29 WIB dikarenakan cuaca,” kata Yuristo Ardi, Humas PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Bandara Juanda, seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Yuristo memaparkan bahwa jarak pandang (visibility) di bawah 300 meter akan menyulitkan pilot yang hendak melakukan landing dan take-off. Oleh sebab itu untuk menghindari adanya insiden yang berbahaya, pihak Otoritas Bandara memutuskan untuk mengumumkan notam penutupan Bandara Juanda. “Ada beberapa pesawat di holding point sampai cuaca membaik. Untuk RTB (return to base) atau pesawat kembali ke bandara asal tidak ada,” tutur Yuristo.

Akibat penutupan tersebut beberapa pesawat harus berada di atas langit dan berputar-putar, sedangkan pesawat Citilink terpaksa divert ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. “Kalau divert ada satu pesawat, “ ungkapnya.

Pihak pengelola bandara sendiri telah berkomitmen untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi cuaca ekstrem pada awal bulan Maret 2018 ini untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan. Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, pihaknya meningkatkan intensitas pengecekan peralatan dan fasilitas bandara di wilayah tengah dan timur Indonesia.

“Fasilitas yang diperiksa yaitu fasilitas pendaratan [runway, taxiway, lighting], fasilitas drainase di airside [sisi udara] dan landside [sisi darat],” ungkap Israwadi.

Di samping itu, PT AP I juga memeriksa saluran air di terminal, memastikan fasilitas peralatan penunjang pendaratan pesawat (ground support equipment/GSE) ditempatkan di lokasi yang tepat; serta peningkatan kewaspadaan terhadap kondisi gawat darurat melalui kesiapan petugas operasional, Avsec, teknisi.

Peningkatan intensitas pengecekan juga dibarengi dengan peningkatan koordinasi bersama mitra-mitra di bandara seperti AirNav Indonesia dan BMKG. “Bahkan khusus di beberapa bandara seperti Bandara Adisutjipto Yogyakarta, secara intens dilakukan update per 30 menit terkait perkembangan cuaca dari BMKG dan menyiapkan Notam [notice for airmen],” bebernya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi hujan lebat yang meningkat di sejumlah wilayah Indonesia sampai tanggal 10 Maret 2018.