Minggu, 04 Maret 2018

Airport Operation Control Center Akan Segera Terpasang di Bandara Juanda

Balikpapan – Tahun ini PT Angkasa Pura (AP) I menargetkan ke-13 bandara yang berada di bawah pengelolaannya akan segera mempunyai Airport Operation Control Center (AOCC). Dengan adanya digitalisasi pusat komando dan koordinasi di bandara ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik di bandara-bandara AP I.



Usai Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di Sepinggan, Kota Balikpapan, PT AP I juga akan segera mengoperasikan AOCC di sejumlah bandara lainnya seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Bandara di Lombok.

Menurut Direktur Utama PT AP I, Faik Fahmi, AOCC adalah bagian dari peningkatan kualitas layanan publik. Disamping itu, dengan adanya AOCC diharapkan bisa meningkatkan efisiensi penyelesaian persoalan lewat kolaborasi dan sinergi dari sejumlah stakeholder di bandara. “Diharapkan AOCC dapat meningkatkan kinerja operasional bandara. Dengan demikian, kualitas layanan bagi masyarakat akan meningkat,” ucap Faik, seperti dilansir Kompas.

AOCC sendiri disebutkan berfungsi sebagai suatu control center untuk mengawasi aktivitas operasional bandara dari sisi udara (airside) dan sisi darat (landside), serta meliputi aktivitas kedatangan dan keberangkatan di bandara. Dalam AOCC terdapat perwakilan dari airport operator, airline operators, air navigation, dan authorities seperti bea cukai, imigrasi, karantina, kepolisian, dan lainnya.

Seperti di Bandara Sepinggan, setidaknya terdapat 660 CCTV yang tersebar di seluruh kawasan bandara untuk memungkinkan petugas melakukan pengawasan selama 24 jam penuh. AOCC telah dibuat konsepnya sejak 1 Mei 2016 dan telah diwujudkan bersama oleh PT AP I pusat bersama cabang-cabang di daerah. “Shadow operation telah dimulai sejak 1 Desember 2017 hingga 28 Februari 2018,” ungkap General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Handy, Heryudhitiawan.

“Ini AOCC pertama yang ada di Indonesia. Setelah ini segera menyusul Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar,” sambung Faik Fahmi.

AOCC di bandara-bandara tersebut ditargetkan dapat beroperasi sebelum Hari Raya Idul Fitri 2018. “Dan sebelum akhir tahun ini sudah selesai di 13 bandara yang dikelola Angkasa Pura I,” tutup Direktur Operasional PT AP I, Wendo Asrul Rose. PT AP I mengeluarkan dana sekitar Rp 100 miliar untuk memasang AOCC dan perangkat pendukung di 13 bandara.