Kamis, 01 Februari 2018

PT AP I Gelar Pertemuan Bahas Perluasan Apron, Terminal, & Runway Bandara Juanda

Malang – Untuk meningkatkan kapasitas apron, terminal, dan landasan pacu (runway) Bandara Internasional Juanda, PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda menggelar Konsinyering Peningkatan Notice Of Airport Capacity dan Kajian Peningkatan Airport Capacity Bandara Internasional Juanda di The Singhasari Resort, Batu, Malang pada Senin (29/1) lalu.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Operasi PT. Angkasa Pura I (Persero), Kepala Sub Divisi Operasi AIRNAV Pusat, Perwakilan dari Lanudal, General Manager Bandara Juanda, Airport Operation Group Head, Perwakilan Kepala Otoritas Wilayah III, serta perwakilan dari Operasi dan Safety Department Bandara Internasional Juanda.

“Diharapkan dengan pertemuan ini para stakeholder di Bandara Internasional Juanda dapat mencapai kesepakatan dalam meningkatkan kapasitas apron, terminal, dan runway Bandara Internasional,” demikian kata Direktur Operasi Wendo Asrul Rose saat membuka acara.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I, M. Asrori telah mengungkapkan jika pihak perseroan akan meningkatkan kapasitas penumpang di Bandara Juanda untuk mengejar target mendatangkan 1 juta wisatawan ke Provinsi Jawa Timur.

“Perseroan kini sudah selesai merancang masterplan untuk perluasan Bandara Juanda. Fasilitas-fasilitas penunjangnya pun juga dipersiapkan. Semua dilakukan demi meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke Jawa Timur yang ditargetkan mencapai 1 juta orang,” ungkap Asrori tahun 2017 lalu, seperti dilansir Viva.

PT AP I masih melakukan pengurusan perizinan untuk airport city. Usai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rampung, proyek akan dilanjutkan ke tahapan pembebasan lahan. “Luas lahan baru untuk Bandara Juanda diperkirakan mencapai 1.700 hektare, dan akan berlokasi di sebelah utara Bandara Juanda. Perusahaan sendiri menargetkan bisa melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan perluasan ini pada 2018 mendatang. Nantinya, jarak dua landasan harus lebih dari 1.000 meter agar dapat digunakan pesawat untuk mendarat,” jelas Asrori.

Adapun solusi jangka pendek yang dilakukan AP I adalah dengan meningkatkan traffic movement atau pergerakan pesawat di Bandara Juanda dari 25 per jam menjadi 27 per jam. Dengan peningkatan traffic movement ini diharapkan dapat menambah kapasitas hingga 1 juta seat.