Jumat, 23 Februari 2018

PT AP I Alokasikan Rp 18,8 Triliun untuk Tingkatkan Kapasitas 9 Bandara

Jakarta – Tahun 2018 ini PT Angkasa Pura (AP) I menganggarkan belanja modal sebesar Rp 18,8 triliun, naik 135% dari alokasi belanja modal perusahaan tahun 2017 lalu yang hanya sebesar Rp 8 triliun. Menurut Direktur Utama AP I Faik Fahmi, anggaran tersebut akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas 9 bandara yang berada di bawah pengelolaan PT AP I.

Bandara yang kapasitasnya akan ditingkatkan adalah Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Selain itu AP I juga akan fokus membangun bandara baru, yakni Bandara Kulonprogo Yogyakarta. “Dari 13 bandara yang dikelola semua persoalannya kan sama kekurangan kapasitas. Jadi jumlah penumpang dengan kapasitas bandara tidak sesuai. Ini yang kita fokus kembangkan,” kata Faik di Jakarta, Rabu (21/2), seperti dilansir Kompas.

Faik mengatakan jika pembangunan Bandara Kulonprogo termasuk yang diprioritaskan PT AP I tahun ini untuk mengejar target pengoperasian pada tahun 2019 depan. PT AP I pun akan mengebut pengerjaan terminal baru Bandara Ahmad Yani pada 2018 karena kapasitas terminalnya hanya sebesar 800.000 orang per tahun, jauh di bawah realisasi lalu lintas penumpang tahun lalu yang mencapai 4,4 juta orang.

“Bandara Ahmad Yani sudah sangat tidak nyaman. Kami upayakan pada Lebaran tahun ini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Semarang meskipun time frame-nya itu pada November 2018. Intinya pada 2018 ini kami mempercepat proses peningkatan kapasitas bandara,” ungkap Faik.

Pihak perseroan berencana memperluas tempat parkir pesawat atau apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar agar dapat menampung lebih banyak pesawat. Penambahan kapasitas apron Bandara Ngurah Rai membutuhkan dana Rp 2,2 triliun dan dijadwalkan rampung pada Juli 2018. Pengembangan apron pun dilakukan demi penyelenggaraan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) di Bali pada Oktober 2018.

Pihak AP I pun bersiap mengelola 5 bandara yang saat ini masih berada di bawah unit penyelenggara bandar udara (UPBU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), antara lain Bandara Komodo (Labuan Bajo), Bandara Syukuran Aminuddin Amir (Luwuk, Sulawesi Tengah), Bandara Sultan Babullah (Ternate), Bandara SIS Al-Jufrie (Palu), dan Bandara Sentani (Jayapura).

“Lima bandara ini menjadi rencana pengembangan kami juga. Tapi sekarang masih didiskusikan dengan Kemhub dan dilakukan kajian bersama dengan menggandeng konsultan independen untuk menghitung berapa kebutuhannya,” tandasnya.