Senin, 12 Februari 2018

Penerbangan Perintis ke Pagerungan, Tunggu Izin Kementerian Keuangan

SUMENEP – Penerbangan perintis rute Surabaya-Sumenep yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Trunojoyo ternyata mendapat respon positif dari masyarakat luas. Karena itu, pihak Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo pun berniat memperluas rute hingga ke Pulau Pagerungan. Namun, rencana tersebut masih harus menunggu izin dari Kementerian Keuangan Indonesia.



“Kalau izin dari Kementerian Perhubungan sudah turun, kini tinggal izin dari Kementerian Keuangan yang masih belum diberikan,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo, Sumenep, Wahyu Siswoyo, beberapa waktu lalu. “Kalau izin dari Kementerian Keuangan sudah turun, kami langsung melakukan pembenahan di bandara, kemudian memulai penerbangan.”

Wahyu menambahkan bahwa dalam minggu-minggu ini, akan dilakukan sinkronisasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Menurutnya, kalau dari sisi teknis, tidak ada kendala yang berarti, hanya untuk mengetahui kondisi bandara di Pagerungan. “Karena itu, dalam waktu dekat, akan dilakukan ‘proving flight’ atau terbang percobaan,” sambung Wahyu.

“Setelah proving flight, baru bisa dilakukan evaluasi kondisi bandara di Pagerungan, salah satunya apakah membutuhkan terminal penumpang atau tidak,” tambah Wahyu. “Pasalnya, terminal penumpang di bandara tersebut memang belum ada. Nah, nanti kami lakukan sinkronisasi, perlu terminal atau tidak. Kalaupun harus ada terminal, mungkin tidak perlu terlalu besar, yang penting bisa untuk menampung 12 penumpang.”

Jika rute tersebut bisa terealisasi, menurut Wahyu, itu akan menjawab harapan masyarakat kepulauan yang selama ini mengalami kendala alat transportasi dalam pengembangan ekonomi mereka, terutama ketika kondisi cuaca laut sedang ekstrem. Selama ini, warga kepulauan memang hanya bergantung pada alat transportasi laut untuk mengangkut barang atau bepergian keluar-masuk pulau.

Hingga detik ini, penerbangan perintis yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Timur adalah rute Sumenep-Bawean PP, Surabaya-Bawean PP, Surabaya-Karimunjawa PP, dan Surabaya-Sumenep PP. Penerbangan tersebut dilakukan oleh maskapai Air Fast Indonesia dengan pesawat Twin Otter yang mampu menampung 12 penumpang.