Selasa, 20 Februari 2018

Maret 2018, NAM Air Buka Penerbangan Langsung Batulicin-Surabaya PP

BATULICIN – Bandara Bersujud di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kini bakal semakin sering disinggahi pesawat terbang. Pasalnya, bandara tersebut direncanakan bakal melayani rute baru Banjarmasin-Batulicin PP dan Batulicin-Surabaya PP mulai bulan Maret 2018 mendatang. Rute baru ini menyusul rute Banjarmasin-Batulicin-Makassar PP yang telah beroperasi sebelumnya.

Menurut kabar yang beredar, rute baru Batulicin-Banjarmasin PP dan Batulicin-Surabaya PP nantinya akan dioperasikan oleh maskapai NAM Air dengan menggunakan pesawat ATR 72. Sebelumnya, rute Banjarmasin-Batulicin-Makassar PP dilayani oleh maskapai Wings Air. Meski demikian, belum ada tanggal pasti kapan NAM Air bakal melakukan penerbangan perdana untuk dua rute tersebut.

“Rute ini sudah positif bakal dibuka pada tahun ini, dan penerbangan perdana direncanakan dilaksanakan pada Maret 2018 mendatang,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Bumbu, Eryanto Rais. “Untuk jadwal pastinya, masih menunggu pihak maskapai NAM Air. Pasalnya, surat yang masuk ke kami belum ada keterangan hari apa saja penerbangan rute baru tersebut.”

Dibukanya rute baru di Bandara Bersujud itu tidak lepas dari campur tangan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming, yang turun langsung melobi maskapai. Itu dilakukan sebagai upaya peningkatan pelayanan masyarakat dan agar akses masuk ke Bumi Bersujud bisa lebih mudah melalui jalur udara. Sebelumnya, masyarakat Batulicin yang hendak ke Surabaya harus melalui Banjarmasin terlebih dulu.

Di tempat terpisah, pihak Sriwijaya Air Group, induk usaha NAM Air, membenarkan bahwa mereka akan membuka rute baru di Batulicin. Rute ini akan menggunakan pesawat dengan kapasitas 72 penumpang. Sebelumnya, pihak Sriwijaya Air sudah membuka tiga penerbangan baru di Pulau Borneo pada awal Februari lalu, yaitu Pangkalanbun-Sampit, Sampit-Banjarmasin, dan Banjarmasin-Kotabaru, yang masing-masing dilayani satu kali setiap hari.

“Pulau Kalimantan merupakan salah satu wilayah yang memiliki peranan penting dalam perkembangan transportasi udara di Indonesia,” kata Advisor CEO Sriwijaya Air, Franky Gan. “Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan juga bergerak dinamis, sehingga memicu lonjakan permintaan yang cukup tinggi.”