Jumat, 09 Februari 2018

Jelang Libur Imlek, Citilink Sediakan Extra Flight ke 3 Kota

Jakarta – Maskapai low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia akan mengoperasikan penerbangan tambahan alias extra flight untuk mengakomodir kebutuhan penumpang yang akan melakukan perjalanan pada libur Imlek yang jatuh pada Jumat (16/2) mendatang. Penerbangan tambahan tersebut akan difokuskan ke 3 destinasi utama yang selalu ramai ketika perayaan Imlek, yaitu Tanjung Pandan, Pangkal Pinang, dan Pontianak.

“Penerbangan di ketiga rute tersebut masing-masing mendapatkan penambahan satu frekuensi menjadi dua kali sehari,” jelas VP Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar, Kamis (8/2), seperti dilansir Liputan 6.

Sedangkan penerbangan ke destinasi padat yang lain seperti ke Denpasar, Surabaya, dan Medan selama libur panjang long weekend ini Citilink tidak akan menambah frekuensi penerbangan. Pasalnya dengan jadwal penerbangan saat ini Citilink merasa masih mampu melayani permintaan menuju ketiga destinasi padat tersebut. “Selama periode libur Imlek dan long weekend yang dimulai sejak tanggal 11-24 Februari 2018, kami akan menyiapkan 15.480 kursi tambahan untuk mengakomodir kebutuhan terbang penumpang yang akan merayakan Imlek atau berlibur,” papar Benny.

Menjelang libur Imlek tahun 2018, pemesanan tiket pesawat sudah mengalami peningkatan sejak penjualan penerbangan ekstra diberlakukan dari awal pekan ini. “Pemesanan tiket terlihat meningkat, namun kemungkinan terjadinya lonjakan penumpang sudah diantisipasi dengan penambahan penerbangan ekstra, khususnya pada tiga destinasi padat, yaitu Tanjung Pandan, Pangkalpinang, dan Pontianak,” ujar Benny.

Sebelumnya, rata-rata load factor atau tingkat keterisian penerbangan di ketiga destinasi tersebut mencapai 70%. Akan tetapi pada libur Imlek yang akan datang kemungkinan tingkat keterisiannya naik menjadi 95-100%.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub), Agus Santoso mengimbau para operator di bidang penerbangan untuk mematuhi standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan selama memasuki periode ramai bertepatan dengan libur Imlek. “Hal ini penting mengingat extra flight dilaksanakan di luar waktu-waktu penerbangan yang normal di masing-masing bandara dan pada bulan Februari ini juga memasuki puncak musim penghujan dengan cuaca yang sering berubah-ubah secara ekstrem,” beber Agus.

Di Indonesia, jumlah penumpang ketika libur Imlek memang tak sepadat libur Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Pasalnya, lonjakan penumpang hanya terpusat di daerah-daerah tertentu. “Pada saat long weekend itu biasanya ada lonjakan penumpang. Apalagi sekarang juga ditambah Imlek, jadi kemungkinan penumpang akan bertambah dan dengan demikian perlu antisipasi lebih dini,” tandasnya.