Kamis, 08 Februari 2018

Gunung Agung Kembali Normal, Tingkat Penghunian Kamar di Jawa Timur Turun

Surabaya – Meredanya kondisi erupsi Gunung Agung di Bali ternyata cukup membawa dampak pada sektor pariwisata di Jawa Timur. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jatim mengalami penurunan 1,11 poin persen menjadi 63,46% dibandingkan bulan November 2017 sebesar 64,57%. TPK sendiri adalah salah satu indikator yang menggambarkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, angka TPK tersebut menunjukkan jika pada Desember 2017 dalam setiap 100 kamar yang tersedia di seluruh hotel berbintang Jatim, tiap malam ada sekitar 63-64 kamar yang terjual.

Sedangkan Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) untuk hotel bintang pada Desember 2017 adalah 1,69 hari. “Ini berarti bahwa pada umumnya lama tamu menginap, baik tamu asing maupun Indonesia, di hotel berbintang berkisar antara satu sampai dua hari. Kondisi ini terjadi di selama Desember 2017,” jelas Teguh, seperti dilansir Beritadaerah.

Angka RLMT wisatawan asing yang mengunjungi Jatim dan menginap di hotel berbintang mencapai 3,94 hari. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata tamu asing yang bermalam di hotel berbintang Jatim sekitar 3-4 hari. Sementara itu, wisatawan nusantara memiliki angka RLMT sekitar 1,63 hari, atau rata-rata mereka menginap di hotel berbintang selama 1-2 hari.

Sedangkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada bulan Desember 2017 lalu menyentuh angka 22.422 kunjungan, turun 5,02% dari bulan sebelumnya yang mencapai angka 23.607 kunjungan. “Selama November 2017, memang kunjungan di Jatim melalui Bandara Internasional Juanda melonjak setelah banyak penerbangan tujuan Bali yang mengalihkan penerbangan ke Jatim karena erupsi Gunung Agung,” beber Teguh.

Wisatawan mancanegara yang paling banyak mengunjungi Jatim berasal dari sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, Thailand, Taiwan, Amerika, Jepang, India, Korea Selatan, dan Hongkong. Wisman dari negara-negara tersebut mewakili persentase 61,60% dari jumlah keseluruhan turis asing yang berkunjung ke Jatim selama Desember 2017.