Senin, 19 Februari 2018

Arus Balik Libur Imlek, Bandara Juanda Dipadati Penumpang

SURABAYA – Bandara Internasional Juanda yang berlokasi di Sidoarjo tampak dipadati penumpang setelah libur panjang selama tiga hari bertepatan dengan perayaan Imlek usai. Pasalnya, mulai Senin (19/2) ini, masyarakat sudah mulai kembali ke aktivitas harian mereka sehingga banyak yang kemudian pulang ke daerah asal melalui bandara tersebut.



Pada Minggu (18/2) kemarin, Bandara Juanda tampak dipadati oleh ribuan calon penumpang yang hendak kembali pulang melalui terminal internasional maupun terminal domestik. Menurut PT Angkasa Pura I selaku operator bandara, jumlah penumpang pada hari kemarin diperkirakan mencapai 60 ribu penumpang, dengan rute favorit seperti Denpasar, Banjarmasin, Palangkaraya, Makassar, Manado, dan tentu saja Jakarta.

Sebelumnya, pihak PT Angkasa Pura I telah memprediksi bakal ada kenaikan jumlah penumpang sebesar empat persen di Bandara Internasional Juanda selama libur Imlek tahun 2018. Sejumlah rute, seperti Surabaya menuju Denpasar dan Surabaya menuju Jakarta, masih menjadi beberapa jurusan favorit masyarakat dalam merayakan libur Tahun Baru China.

“Prediksi kami memang akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada saat libur panjang Imlek,” kata Legal and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Febrian Prayogo. “Kami sendiri tidak ada persiapan khusus, karena libur panjang ini sama dengan liburan panjang lainnya yang biasa terjadi beberapa waktu sebelumnya.”

Meski demikian, pihak Bandara Juanda juga tidak lupa untuk turut menyemarakkan perayaan Imlek pada tahun ini. Calon penumpang di bandara tersebut dihibur dengan atraksi barongsai dan leang-leong tepat pada perayaan Imlek yang jatuh pada hari Jumat (16/2) kemarin. Atraksi ini diadakan di area Terminal 2 (T2) Bandara Juanda.

“Kami memang sengaja menghadirkan pertunjukan seni barongsai dan leang-leong untuk menghibur para pengguna jasa Bandara Juanda,” sambung pria yang akrab disapa Febri tersebut. “Kami ingin menghibur penumpang sekaligus memperkenalkan kesenian khas Tiongkok tersebut.”