Jumat, 02 Februari 2018

Akhir Tahun 2017 Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 10,38%

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Desember 2017 lalu mencapai 8,3 juta orang, naik 11,08% dari bulan November 2017. Sementara itu, jumlah penumpang tujuan luar neger atau internasional naik 7,04% menjadi 1,4 juta orang. Sepanjang Januari-Desember 2017, jumlah penumpang domestik naik 11,07% menjadi 89,4 juta orang.

“Jumlah penumpang internasional mencapai 16,6 juta orang, naik 12,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Kamis (1/2), seperti dilansir Kompas.

Adapun untuk bulan Desember 2017 lalu kenaikan jumlah penumpang pesawat dialami oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebesar 13,66%, Bandara Internasional Juanda 10,38%, Bandara Internasional Ngurah Rai 7,43%, Bandara Internasional Hasanuddin 6,42%, dan Bandara Internasional Kualanamu 5,88%.

Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Bandara Soetta, sebesar 2,1 juta orang atau 25,30% dari keseluruhan jumlah penumpang domestik. Lalu disusul oleh Bandara Juanda sebanyak 735.600 orang atau 8,83%. Selama periode Januari-Desember 2017, jumlah penumpang terbanyak ada di Bandara Soetta sebesar 21,9 juta orang atau 25,54% dari total penumpang domestik, diikuti pula dengan Bandara Juanda yang jumlah penumpangnya 7,9 juta orang atau 8,87%.

“Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Internasional terjadi di Bandara Internasional Ngurah Rai sebesar 28,01 persen,” ungkap Suhariyanto. Suhariyanto juga menambahkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) reguler ke Indonesia melalui 19 pintu utama per Desember 2017 menurun 5,77% dari tahun ke tahun.

Penurunan jumlah wisman berlangsung di 8 pintu masuk utama dengan penurunan tertinggi di Bandara Sepinggan, Kalimantan Timur sebesar 50,26%. “Diikuti Bandara Ngurah Rai Bali 29,83 persen dan Bandara Internasional Lombok, NTB 25,72 persen, sedangkan penurunan terendah di Bandara Kualanamu, Sumut 3,43 persen,” beber Suhariyanto.

Sedangkan kenaikan wisman kunjungan reguler paling tinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara sebesar 124,79%. Kenaikan paling rendah terjadi di Bandara Juanda, Jawa Timur sebesar 4,70%. Penurunan jumlah wisman ke Bali ditengarai karena adanya kekhawatiran terhadap erupsi Gunung Agung. Akan tetapi kini situasi sudah kembali kondusif.