Kamis, 25 Januari 2018

Usai Bandara Juanda, Bandara Trunojoyo Siap Buka Rute Perintis ke Pagerungan & Bawean

Sumenep – Penerbangan rute Sumenep-Surabaya PP melalui Bandara Internasional Juanda rupanya mendapat sambutan yang cukup hangat dari masyarakat luas. Oleh sebab itu Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Madura akan memperluas cakupan penerbangan perintis hingga ke Pulau Pagerungan dan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo mengungkapkan jika pihaknya sudah menghubungi sejumlah operator penerbangan agar dapat berpartisipasi dalam proses layanan penerbangan ke Pagerungan dan Bawean. “Proses lelang operator sudah selesai dan pemenangnya sudah ada. Saat ini sedang proses penandatanganan kontrak,” kata Wahyu, Kamis (18/1), seperti dilansir Skalanews.

Lebih lanjut Wahyu juga menuturkan jika pembukaan dua rute penerbangan perintis baru ini memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Insya Allah, penerbangan perintis tujuan Bawean dan Pagerungan akan dimulai pada pekan terakhir Januari 2018 ini. Tinggal menunggu kontrak yang akan dilakukan paling lambat pada pekan depan,” jelasnya.

Pembukaan rute penerbangan perintis baru ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi warga kepulauan yang akan ke Kota Sumenep saat cuaca buruk pada moda transportasi laut. “Semoga penerbangan perintis ke Pagerungan-Sumenep menjadi alternatif warga kepulauan jika terjadi cuaca buruk di laut. Dengan demikian tidak ada kendala bagi warga yang hendak kulakan barang dagangan ke kota Sumenep,” tutur Wahyu.

Sementara itu, landasan pacu Bandara Trunojoyo sendiri kabarnya akan diperluas oleh pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. “Ada empat opsi memperpanjang landas pacu di Bandara Trunojoyo. Kami memilih opsi ketiga, yakni membangun landas pacu baru di lahan yang baru. Posisi lahan baru tersebut di sebelah selatan landas pacu saat ini,” beber Bupati Sumenep A Busyro Karim di Sumenep, Kamis (18/1).

Pemkab Sumenep dan otoritas Bandara Trunojoyo memang ingin memperpanjang runway Bandara Trunojoyo dari yang panjangnya 1.600 meter dengan lebar 30 meter menjadi 2.000 meter hingga 2.250 meter agar dapat didarati pesawat berbadan lebar. “Pembebasan lahan baru tersebut tentunya bertahap dan tidak bisa dilakukan satu hingga dua tahun ke depan. Dalam hitungan kami, butuh waktu empat tahun,” tandasnya.