Selasa, 09 Januari 2018

Tingkatkan Layanan Navigasi, AirNav dan INACA Survei Bandara Juanda

JAKARTA – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menggandeng Indonesia National Air Carries Association (INACA) untuk meningkatkan layanan navigasi penerbangan. Nantinya, kedua lembaga ini akan melakukan survei di sepuluh bandara di Indonesia selama bulan Januari 2018, salah satunya di Bandara Internasional Juanda.

“AirNav dan INACA akan melakukan survei dan observasi dalam menentukan SLA (service level agreement) terhadap jasa layanan navigasi,” jelas Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K. S. Radityo. “Survei akan dilakukan dalam dua tahap, dengan tahap pertama melakukan survei kepada pilot di sepuluh bandara dan tahap kedua melakukan observasi ke sepuluh cabang AirNav Indonesia untuk meninjau langsung fasilitas dan layanan navigasi penerbangan.”

Sepuluh lokasi yang akan dikunjungi INACA selain Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Surabaya, Sentani, Semarang, Wamena, Sorong, Silangit, Labuan Bajo, dan Kupang. Di sepuluh bandara tersebut, pilot on duty yang mendarat di lokasi akan disurvei mengenai kualitas layanan navigasi penerbangan seperti kualitas komunikasi penerbangan, informasi penerbangan, dan informasi cuaca. Selain itu, survei juga mencakup aspek prosedur layanan navigasi penerbangan dan kualitas personel navigasi penerbangan.

Sementara, untuk observasi yang akan dilakukan tim AirNav Indonesia dan INACA mencakup peninjauan kompetensi personel navigasi penerbangan, APP room, briefing office, serta ruang administrasi dan keuangan. Aspek lain yang akan ditinjau yakni keamanan lingkungan kerja, fasilitas komunikasi, fasilitas navigasi penerbangan, fasilitas otomasi, dan fasilitas surveillance.

“Kami menargetkan kegiatan tersebut dapat selesai pada akhir Januari 2018 dan hasilnya kemudian diterbitkan service level agreement (SLA) untuk layanan navigasi pada Februari mendatang,” imbuh Didiet. “Hasil dari SLA ini akan menjadi tolok ukur AirNav Indonesia dan INACA mengenai kualitas jasa layanan navigasi penerbangan, dan sangat penting karena melalui sinergi ini, peningkatan keselamatan dan efisiensi penerbangan di ruang udara Tanah Air dapat terus ditingkatkan.”