Minggu, 28 Januari 2018

Penerbangan Perintis dari Surabaya ke Bawean Siap Beroperasi Lagi Pekan Depan

Gresik – Penerbangan perintis dari Bandara Internasional Juanda Surabaya ke Pulau Bawean, Gresik akan mulai beroperasi lagi pada minggu depan. Rute perintis Surabaya-Bawean kembali beroperasi setelah proses penandatanganan kontrak dengan Kementerian Perhubungan.



Penerbangan perintis ke Pulau Bawean sempat terhenti lantaran kontrak pihak maskapai, yakni PT Airfast Service Indonesia dengan pihak pemerintah telah berakhir. “Minggu depan penerbangan ke Pulau Bawean beroperasi kembali setelah usai adanya lelang,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Andhy Hendro Wijaya, Jumat (26/1), seperti dilansir Berita Jatim.

Dalam proses lelang kali ini, PT Airfast Service Indonesia kembali terpilih sebagai pemenang. Oleh sebab itu maskapai penerbangan asal Singapura ini dipercaya untuk kembali melayani rute penerbangan perintis dari Bandara Juanda ke Pulau Bawean. “Jika tidak ada perubahan jadwal penerbangan ke Pulau Bawean seminggu tiga kali. Yaitu, hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Bahkan, untuk mendukung layanan moda transportasi udara tersebut runway Bandara Harun Thohir ditambah 400 meter,” tutur Andhy.

Kelak penerbangan perintis ke Pulau Bawean ini akan dilayani menggunakan pesawat Airfast Service yang memiliki kapasitas sebanyak 15 penumpang. Ke depannya pesawat bertipe Twin Otter tersebut bukan melayani rute dari Surabaya ke Bawean saja, namun juga akan dihubungkan dari Bawean ke Surabaya pergi pulang (PP).

Beberapa waktu lalu Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo telah mengumumkan jika penerbangan perintis Sumenep-Bawean juga telah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan akan segera beroperasi. “Insya Allah, penerbangan perintis tujuan Bawean dan Pagerungan akan dimulai pada pekan terakhir Januari 2018 ini. Tinggal menunggu kontrak yang akan dilakukan paling lambat pada pekan depan,” ucap Wahyu, Kamis (18/1) lalu.

Penerbangan perintis rute Bawean-Surabaya dan Bawean-Sumenep diharapkan dapat mendukung sektor perekonomian di masing-masing daerah serta bisa dijadikan alternatif moda transportasi apabila cuaca di transportasi laut sedang tidak memungkinkan.