Rabu, 24 Januari 2018

Kejar Target 1 Juta Wisatawan Mancanegara, Jatim Tetapkan CoE 2018

Surabaya – Sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dilaporkan akan mengadakan peluncuran 50 top event Pariwisata dan Budaya 2018. Dari 50 top event yang digagas Disbudpar Jatim, rupanya 10 acara di antaranya terpilih menjadi bagian dari Top 100 Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 yang digagas oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Top 100 CoE WI sengaja digagas demi mendukung program Visit Wonderful Indonesia (ViWi) 2018 yang terdapat di 18 destinasi unggulan Indonesia. Adapun wilayah Jatim memiliki beberapa destinasi seperti Surabaya, Bromo-Tengger, dan Banyuwangi.

“Jatim tercatat sebagai provinsi paling banyak memberikan kontribusi event dalam CoE WI 2018. Dari ratusan event yang masuk. Terpilih 10 event berskala internasional sebagai 100 event CoE WI. Dan Pak Menteri (Arief Yahya) menargetkan 1 Juta wisatawan Mancanegara ke Jatim, hal tersebut akan kami kejar dengan konsisten,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, seperti dilansir Indopos.

Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Jarianto menuturkan jika dari 10 event yang masuk CoE, 2 event di antaranya adalah Jember Fashion Carnival dan Banyuwangi Ethno Carnival. Lebih lanjut Jarianto menuturkan, dalam setahun ini setidaknya Jatim akan menyelenggarakan 482 event yang meliputi 108 festival dan 374 non-festival yang tersebar di 38 kabupaten/kota. “Dari 482 event ini dipilih 50 top event yang hari ini diluncurkan. Selama satu tahun penuh di Jatim selalu ada event pariwisata dan kebudayaan yang dapat disaksikan wisatawan,” jelasnya.

Event-event unggulan selama setahun ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jatim. Kawasan Jatim juga tidak lepas dari upaya meningkatkan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas), terutama konektivitas penerbangan ke sejumlah objek wisata. “Jatim memiliki bandara internasional Juanda Surabaya serta bandara domestik yaitu; Bandara Abdul Rachman Saleh (Malang); Bandara Blimbingsari (Banyuwangi); Bandara Notonegoro (Jember); Bandara Trunojoyo (Sumenep, Madura); dan Bandara Bawean. Hal ini tentu berpengaruh pada peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya,” terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengapresiasi ditetapkannya Calendar of Event (CoE) Pariwisata Jawa Timur. “Kepastian jadwal dan tempat kegiatan ini penting jangan sampai berubah tanggal ataupun bulan karena akan menjadi timeline-nya para travellers. Kemenpar juga akan mudah untuk mempromosikan, begitu pula perusahaan biro perjalanan akan berani membuat menjadi paket wisata untuk dijual kepada wisatawan,” tandasnya.