Jumat, 05 Januari 2018

Gunung Agung Masih Awas, Maskapai Siapkan Posko di Bandara Juanda

Denpasar – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dan para pelaku usaha pariwisata melakukan finalisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) mitigasi bencana Gunung Agung. Tak ketinggalan, 22 maskapai penerbangan yang beroperasi di Bali juga bekerjasama untuk membantu mitigasi penumpang bila Bandara I Gusti Ngurah Rai sewaktu-waktu ditutup. Seperti diketahui, Bandara Ngurah Rai bisa ditutup kapan saja di tengah erupsi Gunung Agung yang masih berlangsung sampai saat ini.

“Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas Gunung Agung yang saat ini masih dalam status Awas,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar M. A. Dezire Mulyani, Kamis (4/12), seperti dilansir Kabar24.

Dinas Pariwisata Kota Denpasar bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar telah menandatangani MoU agar wisatawan yang tengah ada di Denpasar saat bandara ditutup bisa tetap memperoleh pelayanan maksimal, termasuk fasilitas penginapan gratis 1 malam dan menawarkan harga terendah yang berlaku saat wisatawan akan memperpanjang kunjungan karena bandara ditutup.

Kerjasama ini juga menggandeng Perkumpulan Angkutan Wisatawan Bali (Pawiba) yang bersedia memberi layanan transportasi gratis ke bandara-bandara terdekat seperti Bandara Internasional Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.

Sementara itu, dari sisi maskapai berupaya untuk menyediakan posko khusus. “Kami ke depannya mencoba memecah penumpang. Selama ini posko terkonsentrasi di bandara. Nantinya ada tambahan dua posko,” ungkap General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Bali, Nano Setiawan.

Kedua posko baru tersebut akan ditempatkan di PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia (ITDC) Nusa Dua yang mewakili Kabupaten Badung, dan Hotel Gran Inna Sanur mewakili Denpasar. Ketika ada penumpang yang melapor ke posko, pihak maskapai akan melakukan pendataan ulang supaya maskapai dapat mengakomodir penerbangan tambahan (extra flight) yang dialihkan ke bandara terdekat seperti Bandara Juanda.

“Garuda misalnya akan mendata ada berapa penumpang yang berangkat dari Bali menuju Surabaya dan nanti kami akan sediakan pesawat di sana dan siapkan posko juga di Surabaya,” beber Nano. Nano melanjutkan, dukungan mitigasi ini dilakukan agar wisatawan mancanegara tak berpendapat bahwa kondisi dan koordinasi pelaku pariwisata di Bali berantakan.