Kamis, 11 Januari 2018

Garuda Indonesia Operasikan Pesawat Baru Boeing 737 MAX 8 untuk Rute Jakarta-Surabaya

Jakarta – Maskapai Garuda Indonesia baru menerima 1 unit armada pesawat Boeing 737 MAX 8 dari 50 pesawat yang telah dipesan. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Nugraha Mansury, pihak Garuda telah melakukan renegosiasi dengan Boeing agar mengirim 49 pesawat B737 MAX 8 yang lain secara bertahap mulai 2020-2024.

Langkah pemesanan armada pesawat baru tersebut merupakan revitalisasi demi meningkatkan pelayanan penumpang. “Tiap tahun dari 2020 sampai 2024 ada lima sampai sepuluh (pesawat) yang dikirim,” ujar Pahala di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (7/1) lalu, seperti dilansir Tempo.

Pesawat Boeing 737 MAX dipilih lantaran menawarkan beragam keunggulan, misalnya sisi tempat duduk yang telah dilengkapi port USB untuk mengisi ulang daya baterai handphone penumpang. “Entertainment flightnya juga beda, layarnya lebih lebar, soundnya juga lebih bagus,” jelas Pahala.

Di samping itu, jarak antar kursi penumpang dalam pesawat juga lebih luas. “Jarak antar kursi satu sama kursi lain lebih luas. Kalau ekonomi 31 inci, bisnis 51 inci jaraknya,” katanya. B737 MAX 8 mempunyai kapasitas 170 penumpang yang meliputi 162 kursi kelas ekonomi dan 18 kursi kelas bisnis.

Sayangnya sementara ini pesawat Boeing 737 MAX baru digunakan untuk melayani rute domestik Jakarta-Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda. “Ini kan masih tahapan awal untuk pesawat ini, masih untuk penerbangan rute Jakarta-Surabaya domestiknya,” ungkap Pahala.

Lebih lanjut Pahala menuturkan bahwa pesawat itu memang sengaja masih digunakan untuk melayani penerbangan domestik ke Surabaya agar dapat memastikan apabila terdapat kendala teknis pada pesawat. “Kita memastikan di kota tersebut ada ketersediaan parkir, teknisi, dan spare part. Surabaya ini station besar untuk GMF dan melayani berbagai maskapai,” jelasnya.

Walau demikian, nantinya pesawat B737 MAX 8 akan digunakan untuk melayani penerbangan rute internasional dan memastikan segala persiapan bisa berlangsung dengan lancar. “Kita mempersiapkan terbang secara internasional. Optimalnya (pesawat B737 MAX 8) terbang di atas empat jam, agar penghematan bahan bakar bisa terasa. Bersamaan dengan waktu dan izin regulator setempat pada satu negara. Kita sedang preview teknis kesiapannya,” ucapnya.