Sabtu, 13 Januari 2018

Arus Balik TKI, Imigrasi Bandara Juanda Perketat Pemeriksaan Paspor

Surabaya – Petugas imigrasi di Bandara Internasional Juanda melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelengkapan dokumen calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak berangkat ke negeri tujuan. Pemeriksaan ini dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah TKI yang kembali ke perantauan setelah masa libur Natal dan Tahun Baru berakhir.

Salah satu dokumen yang diperiksa oleh petugas adalah pengecekan keaslian paspor. “Kalau paspor resmi dan otentik, bikin nyaman TKI bekerja di negara tujuan,” tutur Kabid Pendaratan dan Izin Masuk Kantor Imigrasi kelas 1 Khusus Surabaya, Tatang Suharyadin, seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Tatang mengungkapkan, setelah libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru) berakhir, biasanya banyak TKI yang kembali ke luar negeri setelah mendapatkan cuti untuk pulang ke kampung halamannya selama beberapa pekan. Di samping itu, banyak pula TKI baru yang berangkat pada momen yang bersamaan.

Setidaknya terdapat 14 penerbangan ke luar negeri yang sebagian besar dipadati oleh TKI yang hendak bekerja di sejumlah negara. Arus balik TKI di Bandara Internasional Juanda didominasi rute-rute penerbangan menuju Malaysia, Hong Kong, Taiwan, dan Brunei Darussalam.

Pada hari-hari biasa, jumlah TKI yang berangkat melalui Bandara Juanda hanya berkisar 350 hingga 350 orang per hari. Akan tetapi pada puncak arus balik TKI setelah libur Natal dan Tahun Baru, jumlah keberangkatan TKI dapat mencapai angka 700 sampai 800 orang per hari.

Sebagai informasi, sepanjang momen libur Nataru, jumlah penumpang di Bandara Juanda naik 10,8% dari tahun lalu. Hingga penerbangan terakhir pada Selasa (9/1) dini hari, jumlah penumpang mencapai 1.406.803 orang, naik dari 1.271.396 penumpang tahun lalu. Kenaikan jumlah penumpang tersebut meliputi penumpang domestik yang naik 9% dari 1.145.031 menjadi 1.258.004 dan penumpang internasional yang juga mencatatkan kenaikan 19,2% dari 126.365 menjadi 150.679 orang.

Tak cukup sampai di situ, jumlah pergerakan pesawat selama libur Nataru juga tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Apabila tahun lalu jumlahnya hanya 8.790 pergerakan pesawat, maka untuk libur kali ini naik 13,3% jadi 9.963 pergerakan pesawat.