Sabtu, 16 Desember 2017

Pengemudi Ojek Online Demo Tuntut Kepastian Hukum untuk Angkut Penumpang di Zona Merah

Surabaya – Kepastian hukum terkait operasional ojek online di Indonesia hingga kini masih belum jelas. Oleh sebab itu ratusan pengemudi ojek online (ojol) Surabaya mengadakan unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Rabu (13/12) lalu. Para pengemudi ojek online ini mendesak pemerintah agar dapat segera mengesahkan aturan ojek online terkait izin membawa penumpang di zona merah. Massa berunjuk rasa demi memperoleh kepastian dan perlindungan hukum dari pemerintah.

“Berikan payung hukum kami agar ojol bisa beroperasi di Surabaya,” ujar Novan, salah seorang pengemudi ojek online saat berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi. Para pengemudi ojol berharap ada payung hukum yang jelas untuk menghapus kawasan yang selama ini termasuk zona merah, yakni area yang terlarang bagi ojek online untuk menaikkan penumpang.
“Selama ini diberlakukan zona merah seperti Terminal Purabaya, Stasiun Pasar Turi, Stasiun Gubeng dan Bandara Juanda. Hapus zona itu, dengan payung hukum,” imbuhnya.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, massa membawa berbagai poster berisi tuntutan mereka terhadap pemerintah seperti ‘Kami Driver R2 Online Butuh Perlindungan’, ‘Ojek Online Juga Warga Negara Indonesia’ dan ‘Mana Payung Hukum R2’. Untuk mengamankan lokasi unjuk rasa, polisi memasang pagar kawat berduri sepanjang pintu masuk dan keluar Gedung Negara Grahadi. Sebanyak 22 perwakilan massa ojol juga diketahui melakukan dialog dengan Kadishub Jatim.
Sebagai informasi, larangan mengangkut penumpang di zona merah ini dibuat karena adanya gesekan antara pengemudi ojek dan taksi online dengan sopir transportasi konvensional. Di zona merah seperti Bandara Juanda, Terminal Purabaya, Stasiun Pasar Turi, Stasiun Gubeng, maupun pusat perbelanjaan (mall) ojok hanya diizinkan untuk mengantar penumpang, tetapi tak boleh menaikkan penumpang.

Akibat peraturan tersebut, pengemudi ojek dan taksi online akhirnya terpaksa mengambil penumpang secara sembunyi-sembunyi di zona merah. Beberapa pengemudi yang ketahuan biasanya akan kena sanksi. Hukuman tersebut pun bermacam-macam. “Ada yang disuruh muter-muter bandara sampai bensin habis. Ada juga yang disuruh jalan sambil jongkok,” ujar salah satu driver taksi online.