Selasa, 19 Desember 2017

Libur Akhir Tahun, Bandara Juanda Siapkan 200 Penerbangan Tambahan dan Beroperasi 24 Jam

SURABAYA – Setiap jelang libur Natal dan Tahun Baru, penumpang pesawat terbang memang sering membeludak dibandingkan hari-hari biasa. Nah, guna mengantisipasi lonjakan penumpang di masa libur akhir tahun, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda akan menambahkan 200 jadwal penerbangan, baik untuk rute domestik maupun rute internasional, serta membuka layanan 24 jam.

“Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejak Selasa (19/12) atau H-7 Natal hingga H+7 Tahun Baru 2018 nanti, kami akan mengoperasikan sekitar 200 jadwal penerbangan tambahan,” jelas Wakil General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yudi Maisa. “Sepuluh jadwal penerbangan tambahan akan dioperasikan setiap hari, dengan dominasi rute Surabaya menuju Jakarta.”
Yudi menambahkan bahwa selain mengoperasikan penambahan jadwal penerbangan, pihaknya juga akan membuka layanan penerbangan selama 24 jam terhitung sejak Rabu (20/12) esok. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi adanya penambahan jadwal penerbangan serta mengurangi lonjakan calon penumpang di bandara yang memang kerap terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru.
Menurut data PT Angkasa Pura I, jumlah penumpang pada masa liburan Natal dan Tahun Baru kali ini diperkirakan akan menembus jumlah total lebih dari 1.000.300 penumpang, dengan total pergerakan mencapai 8.879 pesawat. Jumlah tersebut naik sekitar dua persen dibandingkan momen yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.000.271 penumpang, dengan total pergerakan pesawat mencapai 8.790 pesawat.
Di samping keberangkatan, Bandara Internasional Juanda juga diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang untuk rute kedatangan. Penerbangan menuju Surabaya akan didominasi dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali yang diprediksi mencapai total 182 penerbangan tambahan, jauh melebihi rute tujuan Lombok yang sebanyak 112 penerbangan dan Jakarta yang sebanyak 81 penerbangan.
“Rute penerbangan tertinggi (dari Bali) memang menuju Surabaya, yang mencapai 182 penerbangan tambahan, disusul Lombok sebanyak 112 penerbangan dan Jakarta sekitar 81 penerbangan,” kata General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi. “Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pengajuan penerbangan tambahan tahun ini menurun sebesar 22 persen.”