Kamis, 14 Desember 2017

Hujan Deras, Landasan Pacu Bandara Juanda Tergenang Air

Sidoarjo – Belakangan ini curah hujan di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur dan sekitarnya cukup tinggi. Akibatnya, landasan pacu di Bandara Internasional Juanda, Surabaya dilaporkan tergenang air pada Rabu (13/12) siang. Genangan air di runway Bandara Juanda ini cukup mengganggu lalu lintas penerbangan dan membuat pesawat rawan tergelincir saat hendak mendarat maupun lepas landas.

Demi mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kecelakaan pesawat, PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Juanda pun menambah pompa dan mengoperasikan 11 mesin sedot air untuk mengoptimalkan pembuangan genangan air. Mesin sedot air yang disediakan oleh PT AP I masing-masing memiliki kapasitas 39 ribu liter per menit dan sengaja disiapkan untuk mengeringkan landasan pacu yang tergenang saat terjadi hujan deras.
Air yang menggenang di landasan pacu Bandara Juanda nantinya dibuang ke tiga kolam penampungan yang ada di dalam area Bandara Juanda. Sedangkan sisanya akan disedot untuk dialirkan ke Sungai Turen dan selanjutnya dibuang ke laut.
Sebelumnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga telah meminta seluruh maskapai dan pemangku kepentingan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia menjelang akhir tahun 2017 ini. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menuturkan bahwa setiap operator diminta memastikan keselamatan penerbangan dan mencegah hal-hal yang tak diinginkan.
Lebih lanjut Agus memerintahkan penyelenggara bandara untuk memastikan jika marka landasan pacu terlihat jelas dan lampu-lampu dalam kondisi normal, serta memastikan sistem drainase berfungsi secara normal. “Sungguh-sungguh mengamati kondisi landasan pacu pada saat basah secara berkala dan melaporkan kepada unit pelayanan navigasi penerbangan apabila ada genangan air di landasan pacu,” bebernya.

“Setiap akhir tahun itu, kita mengalami hal berbeda namun saling berkaitan, yaitu cuaca ekstrim karena merupakan puncak musim hujan. Di sisi lain, kita juga mengalami peak season karena ada liburan natal dan tahun baru di mana akan ada peningkatan operasional penerbangan dan peningkatan jumlah penumpang. Untuk itu kita harus tetap waspada dan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan dan penumpang,” pungkasnya.