Minggu, 24 Desember 2017

Bandara Juanda & Blimbingsari Jadi Alternatif untuk Annual Meeting IMF-World Bank 2018

Karangasem - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan berbagai skema antisipasi apabila Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali kembali ditutup karena adanya abu letusan Gunung Agung yang berpotensi untuk membahayakan penerbangan. Antisipasi ini disiapkan demi menghadapi pelaksanaan Annual Meeting International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group 2018 pada Oktober 2018 mendatang.

Menurut Luhut, Bandara Ngurah Rai bisa saja ditutup ketika berlangsungnya acara Annual Meeting tersebut. Penutupan bandara bukan hanya disebabkan oleh erupsi Gunung Agung, tetapi juga aktivitas vulkanik dari Gunung Kelud.

“Apakah mungkin airport itu tutup di 2018 Oktober? Bisa saja, tapi kalau pun tertutup paling 2 hari. Airport Denpasar bisa saja tertutup, bukan saja karena ini (Gunung Agung, tapi) Kelud. Kenapa? Kelud itu pengalaman beberapa bulan lalu mengeluarkan asap, itu juga sempat menutup lapangan terbang Ngurah Rai,” kata Luhut di Karangasem, Bali, Jumat (22/12), seperti dilansir Liputan 6.

Meski demikian, pemerintah rupanya sudah mempersiapkan bandara lain sebagai alternatif apabila Bandara Ngurah Rai ditutup. Misalnya saja dengan memanfaatkan Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi. “Kita punya kontigensi juga, lapangan terbang Banyuwangi. Sekarang sudah diperbaiki oleh Menteri Perhubungan sehingga itu bisa menjadi alternatif, termasuk lapangan terbang di Surabaya,” beber Luhut.

Adanya skema antisipasi tersebut diharapkan bisa menghilangkan kekhawatiran wisatawan mancanegara dan para tamu delegasi dalam Annual Meeting IMF-World Bank tahun 2018 depan. “Setelah kita belajar dengan kemarin itu bisa menjadi kontigensi buat kita. Jadi tidak ada yang perlu ditakuti untuk turis datang kemari. Malah tadi banyak orang memanfaatkan view dari gunung agung yang pasti ada awan. Jadi kita juga jangan membuat masyarakat pariwisata khawatir, apalagi dengan Annual Meeting, sama sekali tidak ada hubungannya,” tutur Luhut.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan bahwa panitia nasional telah mempersiapkan segala keperluan Annual Meeting dengan baik. “Kami percaya bahwa ini semua terkendali dan ditangani dengan baik. Sehingga kami ingin menyampaikan semua persiapan-persiapan yang kita lakukan untuk Oktober 2018 sudah kita siapkan dengan baik,” pungkasnya.