Jumat, 15 Desember 2017

AirNav Optimalkan Slot Time Penerbangan di Bandara Juanda Selama Natal & Tahu Baru

Jakarta - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Salah satunya dengan mengoptimalkan slot time penerbangan di seluruh kantor pelayanan termasuk di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Menurut Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto, pada momen libur Natal dan Tahun Baru biasanya pergerakan pesawat mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding pada hari biasa. “Khususnya pada sejumlah bandara origin dan destinasi, peningkatan yang terjadi cukup tinggi. Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, dan Adisutjipto Yogyakarta,” tuturnya, Kamis (14/12), seperti dilansir JPNN.
Misalnya saja di Bandara Soekarno-Hatta, pada tahun 2012 sebelum dibentuknya AirNav, kapasitas penerbangan di Bandara Soetta hanya 52 pergerakan per jam. “Namun saat ini, pergerakan di bandara tersebut telah mencapai hingga 81 pergerakan per jam datang dan pergi,” katanya.
Demikian pula dengan bandara-bandara padat lain di Indonesia seperti Bandara Ngurah Rai yang tadinya 25 pergerakan per jam menjadi 30 pergerakan per jam, dan Bandara Juanda dari 31 pergerakan per jam menjadi 33 pergerakan pesawat per jam. Oleh sebab itu AirNav berupaya meningkatkan efisiensi untuk mengatur slot penerbangan di setiap bandara.
AirNav menerapkan berbagai penyempurnaan untuk memudahkan mekanisme pengajuan slot time, misalnya dengan penerapan sistem pengajuan slot yang terintegrasi secara online bernama Indonesia Airport Slot Management (IASM). Selain itu, AirNav juga menyiapkan Posko Terpadu Monitoring Layanan Navigasi selama 24 jam setiap hari selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, yakni mulai 18 Desember 2017 – 8 Januari 2018.

“Posko terpadu tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasikan dan memonitor kelancaran kegiatan penerbangan, baik di Kantor Pusat maupun di seluruh kantor-kantor cabang. Terutama di bandara-bandara bandara yang berpotensi mengalami peningkatan pergerakan pesawat yang tinggi. Termasuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholders penerbangan untuk mengevaluasi kondisi terkini,” tandas Novie.