Kamis, 09 November 2017

Pasca Jadwal Penerbangan Terganggu, Bandara Adisutjipto Lakukan Pengusiran Burung

Yogyakarta – Belum lama ini sejumlah penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta terpaksa dialihkan ke bandara-bandara lain seperti Bandara Internasional Juanda lantaran adanya ratusan burung pemangsa laron yang memenuhi landasan pacu (runway) dan mengganggu jadwal penerbangan pada Selasa (7/11) lalu. Akibat hujan deras pada Senin malam, banyak laron yang bertebaran di runway Bandara Adisutjipto sehingga memancing kedatangan burung kuntul kerbau dan cangak abu.

Setidaknya ada 5 penerbangan yang harus tertahan di airspace, yaitu JT273, JT667, JT554, JT521, dan ID6360. Sementara itu, 5 penerbangan tertahan di darat, yakni GA203, ID7542, IW1814, QG103, dan IN274. Sedangkan penerbangan GA 694 terpaksa dialihkan untuk mendarat di Bandara Juanda Surabaya dan GA 202 dialihkan ke Bandara Adisoemarmo Solo.
“Perlu dipastikan clear area terlebih dahulu, baru kemudian operasional penerbangan dapat kembali dijalankan,” kata Agus Pandu Purnama, General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Selasa (7/11), seperti dilansir Liputan 6.
Pihak AP I Bandara Adisutjipto menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penanggulangan peningkatan populasi burung di daerah bandara secara rutin. Misalnya saja dengan dilaksanakannya kegiatan pengusiran burung oleh Birdstrike and Animal Hazard Team setiap pagi dan siang menjelang sore hari bersamaan dengan inspeksi landasan.
Tak cukup sampai di situ, pengelola Bandara Adisutjipto juga melakukan penyemprotan rumput, pemotongan rumput di sepanjang runway strips, dan koordinasi imbauan peningkatan populasi burung dengan maskapai penerbangan. “Sebagai langkah mitigasi, malam ini akan kami lakukan penyemprotan insektisida di area sumber sarang laron,” ucapnya.
Seperti diketahui, hewan-hewan seperti burung dikenal cukup membahayakan dalam dunia penerbangan. Beberapa kejadian birdstrike atau pesawat menabrak burung bisa menyebabkan hal yang cukup fatal mulai dari kerusakan mesin atau serentetan insiden lain yang mengancam keselamatan penerbangan.
Langkah pengusiran burung tak hanya dilakukan oleh Bandara Adisutjipto saja, tetapi juga di Bandara Juanda. Bandara Juanda menggunakan alat yang mengeluarkan suara dengan frekuensi tinggi untuk mengusir keberadaan burung liar di sekitar bandara.
General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Yuwono mengatakan, alat bersuara frekuensi tinggi itu digunakan untuk mengganggu kenyamanan burung dan menghindari lingkungan bandara. “Selain itu, kami juga menggunakan suara-suara hewan predator yang biasa memangsa burung. Dengan demikian burung-burung tersebut akan merasa tidak nyaman dan pergi,” tandasnya.